Minggu, 21 Jun 2026 07:55 WIB

Mas Bupati Arifin Dorong Gerakan Pangan Murah untuk Masyarakat Trenggalek Sering Digelar

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menghadiri launching Gerakan Pangan Murah. (Foto: Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menghadiri launching Gerakan Pangan Murah. (Foto: Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mendorong Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk masyarakat sering digelar. Hal ini bertujuan untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat ditengah mahalnya bahan-bahan kebutuhan pokok.

Menurutnya penyebab mahalnya kebutuhan pokok adalah distribusi yang cukup jauh sehingga menjadikan adanya biaya kompensasi yang ditanggung.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Gerakan pangan murah sudah dilaunching. Saya bayangkan kalau distribusi kebutuhan pokok ini tidak terlalu jauh harganya juga pasti murah," ujarnya, Senin (26/6/2023).

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Ipin, banyak barang yang di-supplay dari Malang dan dari luar kota lainnya. Kompensasi distribusi ini yang membuat harga itu menjadi mahal.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Untuk menekan biaya tersebut, Mas Ipin sudah menyiapkan sejumlah skema. Diantaranya mengumpulkan para petani untuk dapat mengakses pasar lokal.

"Kita kumpulkan semua petani petani lokal yang selama ini tidak punya akses ke pasar. Coba diidentifikasi seperti kelompok wanita tani yang produksinya sayur. Kita sudah berhasil melakukan di tingkat ASN. Tunjangan beras ASN, kita belikan beras asli produksi dari petani Trenggalek," tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Pihak Pemkab Trenggalek juga akan melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, untuk mengetahui jenis komoditas yang menyumbang angka inflansi. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya kenaikan harga yang dapat menyulitkan warga.

"Coba nanti berkoordinasi, berkonfrontasi antara yang di hulu dan hilir. Terus kemudian mulai sekarang kita coba mengidentifikasi. Sudah sering kita melakukan kunjungan, sidak, seharusnya kita sudah bisa baca. Kalau mendekati momen tertentu biasanya yang naik itu apa, komoditasnya apa," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.