Minggu, 21 Jun 2026 20:11 WIB

Balita Ponorogo Idap Tumor Mata, Menangis Tiada Henti usai Ayahnya Meninggal

Muhammad Dimas Alfahri digendong ibunya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Muhammad Dimas Alfahri digendong ibunya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Balita berusia 2,5 tahun di Ponorogo mengidap tumor mata. Hal itu terjadi setelah ayahnya meninggal dunia dan ia menangis tiada henti hingga matanya bengkak.

Balita itu bernama Muhammad Dimas Alfahri warga Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Saat ini ia hanya tinggal bersama ibunya, Sri Wahyuni beserta 2 kakanya. Sang ayah yang telah meninggal dunia bernama Saji.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kondisi Dimas sangat miris. Mata sebelah kiri terlihat membengkak bahkan seolah nyaris copot.

"Kondisi awal Dimas (Muhammad Dimas Alfahri) itu bagus. Berkembang layaknya anak lain,” ujar Muhammad Endro, paman dari Muhammad Dimas Alfahri, Senin (13/6/2023).

Dia mengaku Dimas semakin memburuk usai ditinggal bapaknya. Dari 50 hari yang lalu, hingga saat ini Dimas terus menerus menangis.

"Dimas nangis terus. Mungkin sedih bapaknya meninggal dunia. Lama-lama membengkak di mata lalu membesar sampai sekarang,” kata Endro.

Dia menerangkan, Dimas sudah diperiksakan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Untuk diagnosa, Endro tidak paham. Dimas juga harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Ada surat-suratnya tapi ndak bisa baca tulisan dokter medis. Katanya tumor mata,” jelas Endro kepada media ketika ditemui di rumah milik orang tua Dimas.

Dia mengaku Dimas juga lebih rewel dibanding sebelumnya. Sesekali meminta untuk pergi ke rumah neneknya yang tidak jauh dari rumah mereka. Tetapi sampai sana minta kembali.

“Tetangga dan desa pun sudah turut tangan. Ada yang menggalang dana, ada yang memberi bantuan sembako. Untuk meringankan beban yang dialami adek,” urainya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara kakak dari Dimas, Vivi Novitasari mengatakan hal yang sama. Adiknya awalnya baik-baik saja, tidak mengalami sakit mata.

“Sakitnya habis bapak meninggal dunia. Dibuat menangis matanya merah lama-lama membengkak. Pengennya adik cepat sembuh,” pungkas Vivi.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.