Sabtu, 20 Jun 2026 17:48 WIB

Kambing Gili Ketapang Probolinggo Makan Uang Kertas karena Tak Ada Rumput, Ha?

Kambing-kambing di Gili Ketapang. (Foto-foto: Machfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Kambing-kambing di Gili Ketapang. (Foto-foto: Machfud Hidayatullah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wara Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo tidak hanya bermata pencaharian sebagai nelayan saja. Namun warga di pulau tersebut juga menjadi peternak kambing.

Kepala Desa Gili Ketapang, Badrul Munir membenarkan jika warga di daerahny juga menjadi peternak kambing dan domba.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Itu sudah menjadi pekerjaan turun temurun sejak zaman dulu," katanya saat dihubungi jatimnow.comn, Senin (12/6/2023).

Badrul menerangkan jumlah warganya yang memiliki peliharaan kambing sekitar 60 persen dari jumlah KK yang ada. Namun kambing tersebut hidup tak seperti layaknya kambing peliharaan di daerah desa lainnya. Sebab di daerahnya sangat minim pepohonan dan nyaris tidak tumbuh ladang rerumputan karena daerah Gili Ketapang berada di tengah lautan.

"Jadi kambing kambing warga itu dilepasliarkan mencari makannya, termasuk memakan kertas. Termasuk uang kertas juga dilahap dan dedaunan bekas sampah di pinggir pantai dan pemukiman warga," jelasnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Lanjut Badrul, kambing kambing peliharaan warga di desanya jumlahnya mencapai ribuan. Selain untuk dikonsumsi, kambing peliharaan warga jual diperjualbelikan ke pasar ternak.

"Perkembangannya bagus kok meski makan kertas dan bisa berkembang biak dengan baik," tegasnya.

Selain itu, menurut Badrul, kambing milik warga jarang pulang ke kandangnya. Kambing-kambing itu tidur di pelataran lahan milik warga.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Namun uniknya kambing-kambing itu sangat paham dan mengerti terhadap peternaknya jika sudah pagi saat diberikan minum," ujarnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.