Rabu, 17 Jun 2026 13:08 WIB

Legislator Gerindra Ajeng Wira Wati Sosialisasikan UU TPKS di Surabaya

Ajeng Wira Wati saat mengisi seminar nasional di Unesa (Foto: wira for jatimnow.com)
Ajeng Wira Wati saat mengisi seminar nasional di Unesa (Foto: wira for jatimnow.com)

jatimnow.com - Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah dibentuk untuk menjadikan perlindungan terhadap perempuan benar-benar dilakukan oleh Pemerintah.

Untuk mensosialisasikan hal itu, legislator Gerindra Surabaya Ajeng Wira Wati turut andil dalam forum mahasiswa, yang digelar oleh BEM Universitas Surabaya (Unesa) yang bertajuk 'Mengenali Kekerasan Seksual Pada Sekitar Kita. Kenali, Cegah, Laporkan'.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dalam seminar nasional itu, Ajeng secara tegas mengucapkan jika perempuan bukanlah objek penyebab kekerasan seksual. Karena, laki-laki dan perempuan adalah sesama manusia yang diciptakan untuk saling menghargai.

"Karena itu, hak dan kepentingan perempuan harus menjadi agenda politik bangsa Indonesia," kata Ajeng, Sabtu (10/6/2023).

Bahkan, Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya itu juga menegaskan, selama dirinya menjabat DPRD di Kota Pahlawan realisasi secara teknis tentang UU TPKS itu akan ia perinci kembali dalam Peraturan Daerah (Perda) perlindungan dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Untuk menuju zero kekerasan seksual di kota Surabaya, maka perlu ada perincian perdanya. Sehingga baik sanksi administratif dan hukumnya bisa detail," tandasnya.

Sama halnya dengan UU TPKS, sebelumnya Ajeng juga menjadi promotor bagaimana kota layak anak kelas dunia bisa diraih oleh Surabaya. Predikat itu tentunya menjadi impian semua pihak, untuk jaminan bahwa tumbuh dan kembangnya anak di Surabaya bisa terjamin.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ini masih kita bahas. Untuk skala nasional kita sudah, sekarang kita berjuang untuk kelas dunia," pungkas Ajeng.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.