Minggu, 21 Jun 2026 11:58 WIB

Kumenkumham Sosialisasi Kitab KUHP Nasional di Universitas Airlangga

Kemenkumham menggelar Goes to campus di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Kemenkumham menggelar Goes to campus di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar Goes to campus di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (26/5/2023).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej itu bertujuan untuk menyosialisasikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional sekaligus berdiskusi tentang hukum bersama para mahasiswa.

Dalam sambutannya Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej menjelaskan, sosialisasi yang dilakukannya ini juga bertujuan supaya civitas akademika turut memahami aturan yang tertuang dalam KUHP Nasional.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Ada dua hal penting yang kami lakukan. Pertama adalah sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk di perguruan tinggi," kata Edward.

Guru besar Ilmu Hukum Pidana UGM itu menegaskan, sosialiasi merupakan hal yang paling penting agar tidak ada perbedaan pandangan terhadap KUHP Nasional yang baru disahkan pada 6 Desember 2022 dan tercatat sebagai UU nomor 1 tahun 2023 itu.

Edward mengatakan, sosialisasi masif juga selanjutnya akan dilakukan dengan menyasar aparat penegak hukum. Sedangkan saat ini tim ahli sedang menyiapkan modul terkait KUHP Nasional.

"Tiada lain tiada bukan agar teman-teman hakim, jaksa, advokat polisi, dan lembaga pemasyarakatan punya frekuensi dan barometer yang sama untuk memahami KUHP Nasional agar tidak ada disparitas, tidak ada perbedaan dalam implementasinya," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Hal penting kedua yang dilakukan pemerintah adalah menyiapkan sejumlah ketentuan untuk melaksanakan KUHP Nasional. "Sebab, KUHP memberikan delegasi pada aturan di bawahnya untuk implementasi atau pelaksanaannya," kata Edward.

Ia menjelaskan, ada paradigma baru dalam hukum pidana nasional yang tertuang dalam KUHP Nasional, yang membuatnya harus disosialisasikan secara massif.

Itu tak lain karena KUHP Nasional bakal mengubah cara berpikir atau mindset masyarakat. Contoh konkritnya, kata dia, mengubah paradigma hukum pidana klasik, di mana hukum dianggap sebagai sara balas dendam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Contohnya, kalau kita menjadi korban kejahatan apakah itu pencurian, penipuan, penggelapan, atau apapun maka yang ada dalam benak kita sebagai korban agar polisi secepat mungkin menangkap, menahan, dan menghukum pelaku seberat-beratnya. Artinya kita masih berpegang pada hukum pidana klasik yang mengedepankan hukum pidana sebagai sarana balas dendam," ucapnya.

Menurut Edward dalam paradigma hukum pidana modern, sudah tidak lagi berpegang teguh pada keadilan retributif atau keadilan pembalasan.

Hukum pidana modern, lanjutnya, berorientasi pada keadilan korektif yang ditujukan pada pelaku, keadilan restiratif yang ditujukan pada korban, dan keadilan rehabilitatif yang ditujukan kepada korban dan pelaku. "Dan mengubah paradigma ini bukan lah hal yang mudah," kata Edward.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.