Jumat, 12 Jun 2026 15:49 WIB

P2MI Bantah Isu Negatif Soal Bahaya Konsumsi Micin

Workshop sekaligus pemaparan pakar tentang fakta mengonsumsi MSG oleh P2MI di Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Workshop sekaligus pemaparan pakar tentang fakta mengonsumsi MSG oleh P2MI di Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia (P2MI) membatah tanggapan miring yang beredar di masyarakat terkait bahaya mengonsumsi MSG (Monosodium Glutamat) atau micin.

P2MI yang beranggotakan PT Ajinomoto Indonesia, PT Ajinex International, PT Sasa Inti, dan PT Daesang Ingredients Indonesia berinisiatif memberikan informasi mengenai keamanan mengonsumsi MSG lewat workshop yang digelar di Surabaya, Selasa (23/5/2023).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Banyak yang mengatakan bahwa micin dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan atau pemicu terjadinya kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga disebut sebagai penyebab kebodohan. Padahal telah dibuktikan dalam percobaan hewan, micin ini tidak menimbulkan efek negatif tersebut," kata Ketua Bidang Komunikasi P2MI, Satria Gentur Pinandita.

Menurut Satria, MSG adalah salah satu penyedap rasa semua masakan yang merupakan garam sodium atau natrium dari asam glutamat. Natrium yang terdapat dalam MSG adalah natrium yang sama sebagaimana terdapat dalam garam dapur atau garam meja.

Sedangkan asam glutamat adalah asam amino yang secara alami terdapat dalam daging, ikan atau seafood, sayuran seperti tomat, bawang putih, kentang dan sayuran lainnya, serta dalam rumput laut jenis konbu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Asam glutamat lebih banyak lagi terdapat dalam makanan berprotein tinggi yang difermentasi atau yang diperam dalam waktu relatif lama seperti keju, kecap kedelai, kecap ikan hingga ikan peda.

Sementara pakar pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Hanifah Nuryani Lioe juga membantah anggapan MSG dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Ia menjelaskan, kandungan Na pada MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur. Maka dari itu, kata dia, risiko hipertensi akibat konsumsi natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur ketimbang MSG, pada takaran yang sama.

"MSG mengandung 13,6 persen Na atau 12 persen Na dalam bentuk MSG monohidrat, sedangkan garam dapur mengandung 39 persen Na. Penggunaan MSG dalam masakan bahkan dapat menurunkan penggunaan garam dapur yang normal," imbuh Hanifah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.