Minggu, 14 Jun 2026 15:07 WIB

Semburan Air Setinggi 10 Meter di Desa Kunci Bojonegoro Berbau Belerang

Warsono saat menunjukkan lokasi semburan air. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Warsono saat menunjukkan lokasi semburan air. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Semburan setinggi 10 meter pada sumur bor di area persawahan warga Desa Kunci Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, berbau belerang.

"Airnya sedikit berbau seperti bau belerang mas, saat ini sudah mampet," ujar Warsono, Kepala Dusun Kunci, Desa Kunci, Kecamatan Dander, Selasa (23/5/2023).

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Sumur bor tersebut difungsikan untuk sarana pengairan sawah warga setempat. Kini semburan setinggi 10 meter itu sudah berhenti.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya semburan air tersebut. Namun dinas terkait telah melakukan pemeriksaan terhadap air dan dinyatakan aman untuk keperluan pertanian.

Warsono menjelaskan, pembuatan sumur bor tersebut merupakan progam ketahanan pangan dari desa yang diperuntukkan untuk pengairan persawahan setempat yang selama ini sulit air.

Pada proses pengerjaan sumur bor itu, lanjut Warsono, sebelumnya pengeboran telah dilakukan di beberapa tempat. Namun di lokasi itu (sawah milik Tarjan) baru menemukan sumber air yang begitu besar hingga menyembur.

“Memang area persawahan itu sulit air, sehingga dibuatkan progam untuk meningkatkan produksi pertanian," sambungnya.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Warsono juga mengungkapkan bahwa sebagian besar sumur warga Desa Kunci, khususnya yang berada di sisi utara jalan raya Bojonegoro-Nganjuk, mulai dari Lapangan Desa Kunci ke timur, hampir semuanya berbau belerang.

"Di Desa Kunci, beberapa sumur warga juga tercium bau seperti belerang, tapi aman. Jadi mulai lapangan sampai ke timur, yang bagian utara, rata-rata (sumur warga) mengandung belerang," tambahnya.

Soal dampak dari semburan air bagi tanaman, Warsono menjelaskan bahwa air tersebut relatif aman bagi tanaman padi milik warga.

"Saat ini tidak mematikan tanaman, kemarin (22/5/2023) sudah dicek sama dinas terkait, katanya aman," kata Warsono.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Semburan air dari sumur bor tersebut pun disambut gembira oleh pemilik sawah Tarjan. Ia mengaku senang karena saat ini jelang masa panen kebutuhan air untuk sawahnya bisa tercukupi. Meskipun berbau belerang, menurutnya hal tersebut sudah biasa dan aman untuk tanaman padi miliknya.

"Nggak nyangka, bisa mengeluarkan air sebanyak itu. keadaan sebelumnya memang sulit air, 20 hari lagi ini mau panen. Alhamdulillah mas," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.