Rabu, 17 Jun 2026 08:28 WIB

Semangatnya Para Peserta Disabilitas Ikuti UTBK SNBPT 2023 di Unesa

Peserta Disabilitas yang mengikuti UTBK SNBT 2023 sesi satu di Unesa. (Dinda for jatimnow.com)
Peserta Disabilitas yang mengikuti UTBK SNBT 2023 sesi satu di Unesa. (Dinda for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 855 peserta ikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) sesi satu di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rabu (10/5/2023). Dari para peserta tersebut ada enam peserta disabilitas juga mengikuti tes di ruang khusus, di gedung Rektorat, Kampus Lidah Wetan, Surabaya.

Salah satu peserta disabilitas, Wanda Nur Nabilah mengatakan bahwa dia dan kembarannya Windi Nur Fadilah mengikuti UTBK di Unesa. Mereka menceritakan proses tesnya berjalan lancar dan tidak mengalami kendala dalam mengerjakan soalnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sebab, keduanya telah mempersiapkan diri dengan belajar dan latihan menjawab soal-soal yang ada di internet termasuk yang disediakan panitia pusat.

"Pas ada rencana mau daftar di Unesa, beberapa bulan lalu saya dan adik saya sudah persiapan belajar. Biasanya setiap hari menjawab soal atau simulasi soal yang banyak di internet. Selain itu juga ikut les rutin. Semoga hasilnya nanti kami diterima di Unesa. Pilihan saya di jalur ini yaitu prodi Sastra dan PLB, adik saya pilih PLB dan Pendidikan Bahasa Indonesia," terangnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Madlazim, M.Si., mengatakan bahwa jumlah peserta disabilitas yang ada dalam daftar UTBK sesi khusus (sesi kelima) yaitu delapan orang. Namun, setelah tim melakukan konfirmasi ulang dan peserta yang datang mengikuti tes hanya enam peserta saja.

Dia menambahkan peserta disabilitas tersebut merupakan tunanetra yang ujiannya memang difokuskan di ruangan khusus dengan perlengkapan yang khusus pula. Komputer mereka dilengkapi software Non Visual Desktop Access (NVDA). "Peserta ini membaca atau memahami soal lewat bantuan alat khusus itu. Selain itu juga ada perlengkapan yang dibutuhkan lainnya," ucapnya.

Sementara itu Direktur Disabilitas Unesa dr Wagino, M.Pd., menambahkan, juga menyiagakan dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) untuk pendamping bagi peserta disabilitas datang, masuk ruangan tes dan hingga kembali ke titik penjemputan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Selain itu, pengawas yang bertugas untuk sesi khusus disabilitas itu pun merupakan dosen yang memang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB). Tugas pengawas memastikan tidak ada kecurangan, memfasilitasi agar peserta nyaman mengerjakan tes, memastikan sistem berjalan lancar. Jadi ketika ada trouble bisa segera diatasi," ucap Wagino.

Semua pelayanan, pendampingan dan akses yang Unesa berikan prinsipnya adalah untuk memberikan kenyamanan peserta dalam melakukan tes UTBK agar bisa kuliah di kampus impian mereka.

“Berapapun disabilitas yang tes di sini, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang raman dan maksimal. Mereka yang ikut tes ini kan tidak semua ambil prodi di sini, tetapi kebanyakan memang memilih prodi di UNESA. Intinya kami memperhatikan betul kenyamanan peserta baik saat tes maupun saat kuliahnya bahkan sampai lulus," lanjutnya.

Kepala Sub Direktorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Dr. Sukarmin, M.Pd., menjelaskan bahwa peserta disabilitas memiliki durasi pengerjaan tes yang sama dengan peserta reguler.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dari aspek jumlah soal berbeda, peserta disabilitas hanya 90 soal. Kendati jumlahnya berkurang, tidak menurunkan grade soal, karena bobotnya masih sama," tandas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut.

Ditambahkan Sukarmin, pelayanan itu pihaknya juga menyediakan treatment yang diberikan bersifat menyeluruh kepada para peserta disabilitas.

"Bahkan, ada peserta disabilitas dari luar kota, Imanuel Arya namanya, dilayani sepenuh hati dengan memberikan fasilitas penginapan di asrama mahasiswa plus ada pendampingnya," tandasnya.

 
Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.