Senin, 08 Jun 2026 06:04 WIB

Mengenang Keharmonisan Internal Universitas Islam Lamongan

Potret keharmonisan internal Unisla sebelum tumbuhnya perpecahan karena Ketua Yayasan Wardoyo tampak kompak bersama Rektor Bambang Eko. (Foto-foro: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Potret keharmonisan internal Unisla sebelum tumbuhnya perpecahan karena Ketua Yayasan Wardoyo tampak kompak bersama Rektor Bambang Eko. (Foto-foro: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebelum konflik perpecahan pada tubuh Universitas Islam Lamongan (Unisla) hingga berakhir saling lapor polisi ada masa-masa harmonis yang telah dilalui.

Hal itu tampak pada berbagai kesempatan kegiatan di Unisla kala Ir. Wardoyo selaku Ketua Yayasan YPPTI Sunan Giri dan Dr. Bambang Eko Muljono sebagai rektor. Keduanya tampil kompak dan serasi.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Semisal saat HUT ke-22 Unisla pada 10 Agustus 2022 silam. Kegiatan tersebut berjalan meriah, acara dikemas dengan kegiatan para dosen dan mahasiswa kompak ngampus memakai sarung.

Serupa, tepat saat 17 Agustus 2022 Unisla merayakan hari kemerdekaan RI ke-77. Keduanya tampil serasi kala melaunching Unisla TV dan mobil listrik karya mahasiswa.

Begitu pula saat Unisla dinyatakan sebagai kampus berakreditasi Baik Sekali. Kala itu Unisla menggelar kirab budaya keliling kota sebagai bentuk selebrasi. Tak luput keduanya pun tampak larut dalam kegembiraan.

Namun ibarat nasi sudah menjadi bubur, kini keharmonisan yang terjalin hanya tinggal kenangan. Kedua kubu ngotot sebagai pimpinan yang sah. Tepat memasuki tahun 2023, konflik mulai muncul dan kini semakin meruncing.

Akibat konflik tersebut, perlahan mulai menggangu jalanya proses akademis. Para karyawan pun mulai tertatih-tatih akibat gaji yang menunggak. Sejumlah ruangan pun di boikot oleh salah satu pihak.

"Sampai detik ini kami belum menerima gaji. Kawan-kawan teknik dan karyawan di fakultas kami, sampai detik ini belum menerima gaji. Kami berharap para orang tua kami di Unisla bisa rujuk dan rukun kembali," kata karyawan Fakultas Teknik Unisla, Sugeng, Rabu (10/5/2023).

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Jika ditelusuri, Ketua Yayasan versi Ir Wardoyo mengangkat Pj Rektor Dodi Eko Wijayanto pada Rabu (5/4/2023) lalu. Sementara, kubu sebelah Dr. Bambang yang sebelumnya menjabat rektor diangkat menjadi ketua yayasan dan mengangkat Abdul Gofur sebagai Pj rektor.

"Pengangkatan Dody Eko Wijayanto sebagai rektor cacat hukum karena tidak sesuai dengan statuta universitas. Itu sebabnya kami cabut," kata Bambang Eko Moeljono.

Keduanya mengaku punya legalitas dan jelas. Pada kesempatan sebelumnya, Ir Wardoyo menyebut masa bakti Bambang Eko telah habis dan harus digantikan. Pihaknya juga melaporkan pihak Bambang perkara pemalsuan dokumen akta yayasan.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

"Masa baktinya sidah habis maka harus digantikan," ujarnya.

Memang perlu kedewasaan dan waktu untuk berembuk untuk mengakhiri kemelut di lingkungan Unisla tersebut. Di sisi lain mahasiswa pun mulai dipusingkan dengan masalah ini dan mempertanyakan siapa sebenarnya rektor mereka khususnya mahasiswa akhir.

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.