Minggu, 21 Jun 2026 10:14 WIB

Pembunuhan Siswi SMPN 31 Surabaya, Kadindik: Kita Tidak Boleh Lempar Kesalahan

Siswi SMPN 31 Surabaya yang jadi korban pembunuhan. (foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Siswi SMPN 31 Surabaya yang jadi korban pembunuhan. (foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengungkapkan belasungkawa terkait meninggalnya Nurdiyana (14) siswi SMPN 31, yang diduga menjadi korban pembunuhan dan jenazahnya ditemukan di benteng Kedung Cowek kota setempat.

Menurutnya kejadian tersebut tidak bisa ditanggapi dengan saling lempar kesalahan. Dan pihaknya berpesan agar sinergitas terus dibangun oleh sekolah dan orang tua untuk mengantisipasi hal tersebut agar tak terulang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Ini kejadian yang cukup menyayat hati ya. Saya ucapkan belasungkawa yang sedalamnya bagi keluarga korban. Dan sekali lagi kita tidak boleh lempar kesalahan atas kejadian ini, karena ini juga bukan kehendak atau keinginan siapapun," ujar Yusuf kepada wartawan, Selasa (9/5/2023).

Ia juga mengatakan sebagai langkah antisipasi, jauh sebelum kasus terjadi pihaknya telah berkoordinasi dengan guru BK dan kepala sekolah untuk terus memonitoring para siswa.

Sehingga jika adanya perubahan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh siswa-siswi, agar pihak sekolah segera memberikan informasi pada orang tua.

Dicontohkannya dalam sebuah kasus, apabila saat ini siswa kelas 9 ujian. Sekolah harus menyiapkan aktifitas untuk mengisi kekosongan kegiatan siswa di kelas 7 dan 8.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Atau jika sekolah menggunakan dua sesi. Nah, untuk yang sesi kedua orang tua harus menerima informasi yang diberikan sekolah.

"Sehingga saat siswa tidak berada di sekolah orang tua mengetahui. Orang tua akan mengawasi anak-anaknya. Begitupun anak-anak harus jujur kepada orang tua di setiap kegiatannya di sekolah. Jangan sampai sembunyi-sembunyi agar tidak terjadi kasus serupa terjadi," jelas dia.

Mantan Kabid Darlog BPBD Surabaya itu juga membeberkan langkah antisipasi lainnya yakni, agar sekolah membentuk pelajar kelompok atau teman sebaya.

"Program ini untuk mempermudah siswa jika ada masalah bisa mencurahkan isi hatinya kepada teman sebaya," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Yusuf kembali menekankan agar pesan moral harus disinkronkan. Salah satunya saat pengantaran dan penjemputan siswa harus tepat dilakukan di depan sekolah.

"Harapan saya anak-anak bisa memahami guru, orangtua dan sekolah. Anak-anak juga harus bersikap jujur. Masyarakat, keluarga juga harus saling sinergi untuk menciptakan lingkungan yang nyaman," tandasnya.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.