Rabu, 17 Jun 2026 05:32 WIB

KPAI Panggil TK Kartika dan Penyelenggara Karnaval di Probolinggo

Screenshot status Facebook milik sebuah akun
Screenshot status Facebook milik sebuah akun

jatimnow.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan masyarakat perihal parade TK Kartika V Probolinggo yang menggunakan cadar dan senjata mainan dalam rangkaian Pawai Budaya TK dan PAUD se Kota Probolinggo pada Sabtu (18/8/2018).

TK Kartika V adalah sekolah milik Persatuan Istri Tentara (Persit) dan di bawah binaan Kodim 0820 Probolinggo.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Komisioner KPAI, Susianah Affandy telah melakukan koordinasi dengan kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal dan Dandim 0820 Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi.

Baca juga: KPAI Soroti Simbol Gerakan Radikal saat Karnaval Siswa di Probolinggo

Hasil koordinasi menyebutkan bahwa pertama, tak adanya pengajuan ijin oleh Dinas Pendidikan kepada Kepolisian dalam penyelenggaraan kegiatan pawai budaya TK dan PAUD Se-Kota Probolinggo.

Meskipun pihak sekolah berdalih tidak menanamkan paham radikalisme terhadap siswanya, namun penggunaan atribut tersebut tetap bahaya bagi sang anak. Apapun simbol-simbol ideologi yang menyimpang tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

"Simbolisasi kekerasan tak tepat diajarkan, ini tak boleh karena rentan anak lain meniru hal yang sama. Terutama cadar dan pakaian serba hitam sembari memegang senjata yang sering dikaitkan dengan simbol Taliban/Isis," ujarnya.

Ketua KPAI Susanto mengatakan KPAI akan meminta kepada Dinas Pendidikan Probolinggo memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang tanpa koordinasi telah menggunakan atribut cadar dan replika senjata dalam kegiatan karnaval.

"Selanjutnya kami meminta kepada Kantor Kementrian Agama Kota Probolinggo untuk melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah tentang ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamiin. Simbolisasi Islam dan ajaran Rasulullah agar tidak dinisbatkan pada simbol kekerasan sebagaimana sering diasosiasikan dengan simbol Taliban/Isis," ujar Susanto Minggu (19/8/2018).

Baca juga: Polisi Akui Foto Karnaval Kontroversial dari Probolinggo

Baca Juga: Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Susanto juga mengatakan KPAI menyayangkan alasan pihak sekolah mengangkat tema “bersama perjuangan Rasullullah, kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT” sebagai pembenaran pemakaian atribut yang biasa dilekatkan kepada kelompok ISIS.

Padahal kegiatan yang sedang diselenggarakan adalah pawai budaya dalam rangka HUT RI ke-73. Harusnya, pawai budaya yang sesuai dengan khasanah budaya Indonesia.

Kemudian KPAI minta kepada pihak polisi terus mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam inisiatif penggunaan atribut karnaval TK Kartika. Kegiatan seperti ini tak bisa dibenarkan dengan alasan inisiatif yang spontan namun sesungguhnya membutuhkan persiapan yang matang sehingga dilakukan dengan sadar dan penuh tanggung jawab

"Kami akan memanggil pihak TK Kartika V Kota Probolinggo sebagai penyelenggara dan pihak yang bertanggung jawab dalam penggunaan atribut karnaval yang viral," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

 

 

 

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.