Senin, 22 Jun 2026 23:26 WIB

Sederet Fakta Sejoli Mesum di Gang Sempit Perkampungan Surabaya

Gang sempit di Surabaya, tempat mesuk sejoli (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Gang sempit di Surabaya, tempat mesuk sejoli (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aksi mesum sejoli di Gang I Jalan Kejawan Putih Tambak, Mulyorejo Surabaya yang videonya tersebar, kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat.

Ulah tak pantas muda mudi itu terpergok warga pada Sabtu (29/4/2023) tengah malam. Aksi itu diduga melibatkan mahasiswi yang indekos di wilayah tersebut dan pria kekasihnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Berikut sederet fakta di balik peristiwa tersebut:

1. Lokasi Sering Digunakan Aksi Mesum Penghuni Kos

Aksi mesum sejoli itu direkam warga setempat, serta tersebar melalui grup WhatsApp, dua hari pascakejadian pada Sabtu (2/5/2023) lalu.

Perekaman itu dilakukan hanya sebagai alat bukti lapor kepada pihak bertanggungjawab, salah satunya pemerintah kelurahan setempat. Sebab lokasi itu sering dijadikan tempat bercumbu penghuni kos.

"Tempat sering digunakan lokasi bercumbunya penghuni kos. Tidak hanya dilakukan oleh pasangan mesum di dalam video," terang Vijie saksi mata.

2. Resahkan Warga Tengah Malam

Ketua Rt 03 setempat, Nasron mengaku sudah menerima laporan dari warganya terkait praktik mesum penghuni kos sebanyak dua kali sebelum video mesum itu tersebar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

"Kami menerima laporan sudah 2 kali ini, serta ditambah adanya video tersebut maka laporan sudah 3 kali. Kami sudah rapatkan untuk menindak tegas kepada pelaku penghuni kos," ungkap Nasron.

3. Pelaku Mesum Diduga Mahasiswi Sekaligus Pekerja

Menurut warga, wanita yang terlibat aksi mesum itu adalah mahasiswi yang juga bekerja di salah satu mal di Surabaya. Sedangkan sang pria diduga kekasihnya.

"Wanita di dalam video benar warga pendatang, asal luar Jawa Timur. Tidak tahu lulus kuliah atau belum, mengaku berpindah kosan di sini untuk keperluan kerja di mal," tambah Vijie.

Baca Juga: Teliti Berita Olahraga Al Jazeera, Mahasiswa UINSA Kaji Tindak Tutur Ilokusi

4. Pelaku Ditindak, Tempat Kos Ditertibkan

Sementara Kelurahan Kejawan Putih Tambak sudah menindak dan memberikan sanksi penghuni kos yang terlibat aksi mesum tersebut. Bila diulangi, akan disanksi sosial dan pengusiran.

Kelurahan juga akan melibatkan tiga pilar melakukan razia yustisi untuk melakukan pengawasan titik-titik rawan dan menertibkan rumah kos di wilayahnya.

"Paling lambat dua minggu ke depan, kita akan upayakan sosialisai kepada pemilik kos melalui agenda Cangkruk Yustisi. Di mana jam malam akan diterapkan, dan setiap penghuni kita beri satu buah kartu tanda pengenal kos," terang Lurah Kejawan Putih Tambak, Setia Kustanto.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.