Senin, 22 Jun 2026 07:18 WIB

Inflasi Kota Kediri Selama Lebaran 2023 Malah Turun, Terendah di Jawa Timur

Kepala KPw BI Kediri M Choirur Rofiq (kiri) bersama Wali Kota Kediri memantau Bazar Pangan Murah. (Foto: Dinas Kominfo Kota Kediri for jatimnow.com)
Kepala KPw BI Kediri M Choirur Rofiq (kiri) bersama Wali Kota Kediri memantau Bazar Pangan Murah. (Foto: Dinas Kominfo Kota Kediri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2023, Kota Kediri mengalami inflasi month to month (mtm) sebesar 0,13 persen. Inflasi di periode Lebaran Idul Fitri ini lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi bulan Maret sebesar 0,25 persen (mtm), naik dibanding Februari sebesar 0,16 persen (mtm). Angka itu mencatat inflasi year on year (yoy) sebesar 5,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,42.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Pada April 2023 ini Kota Kediri mengalami inflasi month to month (mtm) sebesar 0,13 persen. Angka yang bisa dibilang cukup baik, mengingat momen Lebaran biasanya terjadi kenaikan sejumlah bahan pokok dan barang lainnya.

Sementara Inflasi mtm tertinggi di Jawa Timur sebesar 0,45 persen terjadi di Sumenep dan Probolinggo. Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, Sumenep juga mengalami inflasi yoy tertinggi sebesar 5,90 persen.

“Pada April 2023, Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,13% (mtm) atau 4,30% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,18 dan menjadi Kota dengan inflasi terendah dibandingkan 8 Kota IHK di Jawa Timur,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Kediri M Choirur Rofiq, Kamis (4/5/2023).

Inflasi ini, lanjut berdasarkan data BPS karena adanya kenaikan harga secara umum, yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran secara yoy, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,97 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,86 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,96 persen.

Selain itu ada juga kelompok perlegkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesra 4,81 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,75 persen, kelompok transportasi sebesar 13,42 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,16 persen.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Lainnya, ada kelompok pendidikan sebesar 4,69 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,93 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,78 persen.

“Tekanan inflasi utamanya disebabkan oleh kelompok transportasi dengan komoditas angkutan antar kota dan tarif kereta api. Selain itu, tekanan inflasi juga disebabkan oleh komoditas daging ayam ras, beras, dan emas perhiasan,” tambahnya.

Menurut Rofiq ini merupakan capaian bersama dari Pemerintah Pusat hingga mitra strategis. Termasuk media sebagai kepanjangtanganan mereka untuk menyampaikan informasi-informasi penting selama Lebaran 2023 kemarin.

Baca Juga: Inflasi Kota Kediri Mei Terkendali, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

“Hal tersebut menjadi salah satu capaian bersama dengan semakin kuatnya Koordinasi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis. Dalam kaitan ini, koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) akan terus dilanjutkan melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah,” jelasnya.

“Namun, tentu ini bukan hanya peran Bank Indonesia dan Pemerintah saja, media juga. Seperti kita menyampaikan seperti ini belum tentu diketahui oleh masyarakat kalau bukan media,” tandasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.