Senin, 15 Jun 2026 07:12 WIB

Ingat! Tak Punya Keterampilan Kerja, Dilarang Merantau ke Surabaya

Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Achmad Zaini. (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Achmad Zaini. (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Achmad Zaini mengakui urbanisasi pasca-Lebaran sering terjadi di Surabaya. Menurutnya, mayoritas masyarakat urban datang untuk mencari kerja.

Menanggapi hal itu, pihaknya mengimbau kepada warga yang tidak memiliki keterampilan supaya tidak datang mencari kerja di Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Mencari pekerjaan dan jenis pekerjaan apa saja di Surabaya pasti ada, lowongan juga tersedia. Tapi saya mengimbau (warga Surabaya) jangan membawa saudaranya dari desa. Apalagi kalau tidak cakap dan terampil, bisa kalah dengan warga Surabaya," kata Achmad Zaini, Sabtu (29/4/2023).

Menurut Zaini, lowongan pekerjaan atau peluang usaha itu tak hanya ada di kota besar seperti Surabaya. Namun di daerah asal warga tersebut tinggal, sebenarnya juga banyak tersedia.

"Saya mengimbau jangan membawa (saudaranya) dari desa, karena di tempat asal sebetulnya masih banyak peluang, pasti ada peluang," pesan dia.

Zaini membeberkan, di Surabaya terdapat dua kesempatan kerja. Kedua kesempatan itu adalah peluang usaha dan lapangan kerja. Sementara peluang usaha, lanjutnya, telah dipelopori Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam bentuk padat karya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Di dalam padat karya cukup banyak jenis pekerjaan. Sebut saja laundry, cuci mobil, jahit dan jenis pekerjaan lainnya.

"Bisa jadi warga Surabaya lebih terampil, karena sudah mendapat pembekalan dan pelatihan," ujarnya.

Berbeda halnya dengan kesempatan kerja di sejumlah pabrik di Surabaya. Pemkot Surabaya telah sepakat untuk memprioritaskan warga lokal dibandingkan dengan pendatang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Itu semua sudah kita siapkan khusus Arek Suroboyo. Kemudian kita sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2023 bahwa perusahan di Surabaya sudah dikunci, dengan memprioritaskan warga Surabaya, khususnya warga sekitar," jelasnya.

Dengan demikian, bagi perantau yang ingin berkarir di Surabaya diwajibkan memiliki skil tertentu. Sebab Pemkot Surabaya telah mengedepankan warga lokal yang telah dibekali dengan skill khusus.

"Kalau tidak ada keterampilan jangan berani masuk Surabaya, karena Arek Surabaya sudah siap kerja. Di wilayah panjenengan (Anda) pasti ada pekerjaan, dan InsyaAllah bisa menghasilkan finansial yang mencukupi," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.