Sabtu, 20 Jun 2026 02:19 WIB

Wagub Jatim Emil Dardak Lebaran Ketupat di Trenggalek

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat berlebaran ketupat di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat berlebaran ketupat di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menghadiri perayaan lebaran ketupat di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Lebaran ketupat ini merupakan tradisi warga setempat yang telah dilakukan sejak ratusan tahun lalu.

Didampingi istrinya, Arumi Bachsin, Emil bersilaturahmi kepada sejumlah kiai dan tokoh agama di wilayah tersebut. Tradisi lebaran ketupat ini digelar kembali setelah selama dua tahun terakhir ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Emil mengaku sangat bahagia bisa kembali mengikuti perayaan lebaran ketupat di Trenggalek. Lebaran ketupat ini digelar 7 hari setelah Idul Fitri. Ketupat lengkap beserta aneka lauk dan sayur mejadi hidangan wajib dalam lebaran ini.

Menurut Emil, tradisi lebaran ketupat yang telah berjalan ratusan tahun ini harus tetap dilestarikan.

"Tradisi ini harus tetap dilestarikan karena sudah berlangsung sejak lama," ujarnya, Sabtu (29/4/2023).

Hal senda juga diungkapkan oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang juga merayakan lebaran ketupat di Durenan. Pihak Pemkab berencana menjadikan tradisi ini menjadi festival yang dapat menarik minat wisatawan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Tak hanya warga sekitar, banyak masyarakat dari luar kota yang datang ke Durenan untuk merasakan sensasi lebaran ketupat. Setiap bertamu ke rumah mereka diwajibkab menyantap hidangan ketupat yang disediakan tuan rumah.

"Perayaan lebaran ketupat tahun ini terasa meriah dan kita berencana menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata, " tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Yunus Fudel mengaku tradisi lebaran ketupat ini berawal dari tradisi di Ponpes Babul Ulum.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Pengasuh di Ponpes tersebut biasa melalukan ibadah puasa syawal setelah lebaran, dan baru menerima tamu pada hari ke-7 lebaran. Tradisi ini lalu diikuti oleh warga sekitar dan menjadi kebiasaan sejak ratusan tahun lalu.

"Hidangan khasnya ketupat dan sayur tewel atau nangka muda," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.