Senin, 22 Jun 2026 07:54 WIB

Kasus Ujaran Kebencian ASN BRIN terhadap Muhammadiyah, Polisi Jombang Libatkan Tenaga Ahli

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Jombang terhadap Andi Pangerang Hasanuddin (APH baju merah) yang merupakan ASN dari BRIN. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Jombang terhadap Andi Pangerang Hasanuddin (APH baju merah) yang merupakan ASN dari BRIN. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mendalami kasus ujaran kebencian yang dilakukan peneliti astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin, terhadap warga Muhammadiyah, aparat kepolisian Jombang melibatkan tenaga ahli.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Aldo Febrianto mengatakan penyidik dari Unit Tipiter Satreskrim Polres Jombang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Ini usai menerima pengaduan dari pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Jombang, pada tanggal 24 April 2023, kemarin.

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

"Dari Satreskrim Polres Jombang pada keesokan harinya mengundang dua orang saksi dari PD Muhammadiyah untuk dimintai keterangan," ungkapnya, Rabu (26/4/2023).

Selain itu, sambung Aldo, pihak Satreskrim juga menginterogasi terduga terlapor yakni Andi Pangerang Hasanuddin di kantor Satreskrim.

"Kita juga mengundang dan mengintrogasi terhadap terlapor, saudara AP," jelasnya.

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara kemarin, status Andi Pangerang Hasanuddin masih berstatus saksi.

Baca Juga: Muhammadiyah Kota Kediri Gelar Salat Id di Stadion Brawijaya Besok, Ini Imam dan Khotibnya

"Jadi kemarin kita sudah memeriksa 3 orang, ya. Dua saksi dari PD Muhammadiyah, dan satu saksi yakni terduga terlapor yaitu AP. AP datang sendiri tanpa pengacara, dan hanya ditemani ibunya," paparnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap saudara APH, diketahui bahwa perbuatannya itu dilakukan di Jombang.

"Dari hasil pemeriksaan saudara AP, mengakui perbuatannya dan beliau merasa khilaf dan meminta maaf terkait dengan apa yang dilakukan di medsos. Ya dia (APH) mengakui apa yang dilakukan itu salah," jelasnya.

Baca Juga: Kapan Lebaran 2026? PWM Jatim Instruksikan Cabang Siapkan Idul Fitri

Untuk menindaklanjuti pemeriksaan terhadap saksi-saksi, penyidik Tipiter Satreskrim Polres Jombang akan melakukan koordinasi dengan beberapa ahli.

"Kita akan koordinasi dengan ahli bahasa, ahli agama, dan ahli ITE terkait dengan apa yang ditulis saudara AP di medsos," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.