Rabu, 17 Jun 2026 18:51 WIB

MUI Minta Mayarakat Kedepankan Toleransi Soal Penetapan 1 Syawal

Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh mengimbau masyarakat supaya mengedepankan toleransi, terkait ihwal perbedaan pendapat keagaamaan penetapan 1 Syawal atau lebaran Idul Fitri 2023.

Menurut Kiai Niam, penentuan syawal merupakan wilayah ijtihadiyah yang membuka kemungkinan terjadinya perbedaan di kalangan fuqaha.

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

"Secara keilmuan, hal ini dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat. Situasi ini disebut majal al-ikhtilaf (wilayah dimungkinkannya terjadi perbedaan), maka kita harus mengedepankan toleransi," jelas Kiai Niam dalam keterangan tertulis kepada jatimnow.com, Kamis (20/4/2023).

Sehingga, bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan Idul Fitri jatuh di hari Jumat (21/4). Maka pada hari Jumat ia wajib melaksanakan shalat Idul Fitri, dan tidak boleh berpuasa.

Begitu pun mereka yang meyakini Idul Fitri hari Sabtu (22/4), maka untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri dilaksanakan pada Sabtu dan tidak boleh berpuasa hari Sabtu. Sedangkan di hari Jumat, masih wajib berpuasa.

Untuk itu, Kiai Niam berharap, dengan perbedaan munculnya 1 Syawal itu harus dipahami secara lapang.

Baca Juga: Penentu Lebaran 2026, Ini Daftar Lengkap 28 Titik Rukyatul Hilal di Jatim

"Melahirkan seaepahaman (tafahum), bukan pertentangan (tanazu'), dan permusuhan ('adawah). Karenanya, dalam beragama perlu dengan ilmu, sehingga muncul spirit harmoni dan kebersamaan," tutur dia.

Kiai Niam juga berpesan, awal Syawal 1444 H sebaiknya menunggu hasil penetapan yang dilakukan pemerintah.

"Sebaiknya menunggu penetapan pemerintah, yang diawali dengan sidang itsbat yang mana diikuti oleh perwakilan ormas Islam, ahli-ahli di bidang astonomi dan falak, serta atas pertimbangan MUI," jelasnya.

Baca Juga: MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Usai Kematian Ali Khamenei

"Beragama itu perlu dengan ilmu. Jika tidak, maka kita mengikuti orang yang berilmu," pungkas Kiai Niam.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.