Kamis, 18 Jun 2026 12:58 WIB

Petugas Gabungan Temukan Makanan Kedaluwarsa saat Sidak Swalayan di Ponorogo

Sidak mamin di sejumlah swalayan Ponorogo (Foto: Fauzani/jatimnow.com)
Sidak mamin di sejumlah swalayan Ponorogo (Foto: Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perdakum), Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) serta Polres Ponorogo menggelar sidak makanan dan minuman (mamin) ke sejumlah swalayan.

Pantauan jatimnow.com di lokasi, petugas gabungan menyasar tiga swalayan dan secara acak mengambil sampel mamin. Pengecekan dilakukan mulai kemasan, izin edar, tanggal produksi hingga tanggal kadaluwarsa.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kami monitoring untuk memastikan makanan yang dijual dalam kondisi aman serta layak konsumsi untuk masyarakat. Apalagi saat menjelang lebaran seperti sekarang ini," jelas Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, Kamis (13/4/2023)

Hasilnya, tim gabungan menemukan sejumlah makanan kemasan yang sudah kadaluwarsa. Di kemasan tertera bahwa kadaluarsa pada 1 Maret 2023.

"Ada dua tadi yang kita temukan, produk makanan olahan dalam kemasan. Masih 2023 tapi sudah lewat hari," jelas Dyah.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Probolinggo Minta Proyek Swalayan Jalan Cokro Distop

Ketika mendapati yang kadaluarsa, Dyah meminta pihak swalayan untuk menarik barang tersebut. Dirinya berharap kepada pemilik swalayan agar selalu melakukan pengecekan terhadap produk yang dijual secara berkala.

"Kadaluwarsa kita ingatkan masing masing penanggungjawab dari retail yang ada, agar ada pengecekan berkala," tegasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dyah mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dalam membeli suatu produk. Pastikan semuanya dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi.

"Saya kira masyarakat sudah paham akan itu, tapi terkadang lupa disaat mendekati lebaran seperti sekarang ini," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.