Kamis, 18 Jun 2026 07:29 WIB

BBKSDA Sebut Buaya Muara di Sungai Janti Kediri Milik Warga, Sengaja Dilepas?

Buaya muara yang ditangkap warga telah diamankan BKSDA Jawa Timur di Kediri. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Buaya muara yang ditangkap warga telah diamankan BKSDA Jawa Timur di Kediri. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seekor buaya muara di Sungai Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ditangkap warga. Selanjutnya buaya itu diamankan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Banyakan, Kediri.

Penangkapan buaya pada Rabu (12/4/2023) malam itu berlangsung dramatis. Ini merupakan penangkapan kedua di lokasi yang sama. Sebelumnya, pada Maret lalu warga juga menangkap buaya muara dengan ukuran yang serupa.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Buaya muara yang ditangkap warga tadi malam memiliki ukuran 2 meter, dan telah diserahkan ke BBKSDA Jawa Timur. Penyerahan dilakukan warga yang didampingi petugas dari Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri.

Selanjutnya, buaya akan direhabilitasi sebelum dilepaskan ke habitat yang semestinya.

“Satwa ini akan kita rehabilitasi, kita evakuasi ke habitat yang semestinya. Tapi ini tidak mungkin langsung kita lepas liarkan, dilihat dulu, sambil melakukan orientasi, kalau sudah memungkinkan, baru dilepasliarkan,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah 01 Kediri BBKSDA Jawa Timur, David Fathurohman, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Menurut David, banyak spekulasi yang muncul terkait asal muasal buaya muara ini. Namun, pihaknya meyakini bahwa buaya tersebut merupakan peliharaan warga yang terlepas atau sengaja dilepasliarkan.

Keyakinan ini didasari hasil observasi BBKSDA yang melihat bahwa sungai Janti bukanlah habitat alami jenis buaya terbesar di dunia tersebut.

“Banyak spekulasi yang berkembang. Saat ini kami tidak bisa meyakini bahwa itu habitat alami, karena dekat pemukiman warga. Jadi spekulasi yang menguat adalah buaya itu milik masyarakat yang terlepas atau sengaja dilepasliarkan,” jelas David.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Saat ini, David dan warga menduga masih ada lagi buaya muara di aliran sungai tersebut. Karena sebelumnya, warga melihat ada tiga ekor buaya yang kerap menampakkan diri di sekitar sungai.

Pada dasarnya warga mengaku keselamatannya terancam dengan kehadiran reptil predator ini. Sebab aktivitas seperti mancing, mencuci pakaian atau mencari pasir, sering mendapati buaya berjemur di pagi hari.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.