Kamis, 18 Jun 2026 02:28 WIB

Menengok Sejarah di Balik Kemegahan Masjid Agung Lamongan

Potret Masjid Agung Lamongan (MAL) yang tampak elegan dan megah. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Potret Masjid Agung Lamongan (MAL) yang tampak elegan dan megah. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masjid Agung Lamongan (MAL) merupakan salah satu tempat bersejarah yang masih eksis hingga saat ini. Di masa lampau masjid ini memiliki cerita dan kisah menarik, mau tahu?

Bertempat di sebelah barat Alun-Alun Lamongan, MAL mulai dibangun pada sekitar tahun 1980 silam. Awal mulanya, MAL sendiri berasal dari sepetak tanah wakaf.

Baca Juga: Menilik Sejarah Masjid Pertama di Pare Kediri, Usianya Lebih dari Satu Abad

"Dahulu ada ulama asal Bojonegoro yang menetap dan tinggal di Lamongan, yakni Mbah Kiai Mahmoed, belau tidak punya ahli waris lalu kemudian mewakafkan tanahnya untuk umat Islam di Lamongan," ungkap Haji Muhammad Yunani, Sekretaris Umum Masjid Agung Lamongan, Kamis (13/4/2023).

Tanah wakaf tersebut, lanjut Yunani, dipercayakan kepada salah satu tokoh agama waktu itu, yakni Mbah Kiai Mastur Asnawi. Perlahan dari tanah waqaf dibangunlah masjid sederhana serta dikerjakan secara gotong royong.

"Hingga saat ini telah beberapa kali mengalami renovasi, salah satunya joglo 3 susun di bagian depan yang melambangkan iman, Islam dan ihsan, juga pelebaran area masjid" bebernya.

Meski telah mengalami beberapa kali renovasi, sejumlah bagian masih terjaga keasliannya, seperti bangunan utama dengan joglo 3 susun, tiang jati, tangga untuk naik menuju ke tempat adzan di atap masjid, mimbar serta menara lama.

"Jadi memang beberapa bagian masih kita pertahankan. Seperti mimbar ini, yang sekarang kita lapisi dengan kayu. Kemudian menara lama, juga masih ada," tambah Yunani.

Baca Juga: Mandiri Gelar Safari Ramadan

Selain itu, di serambi utara masjid juga terdapat 3 makam. Yaitu makam Kiai Mahmoed, Kiai Mastur Asnawi dan satu lagi makam kosong yang awalnya disediakan untuk mendiang istri Kiai Mahmoed.

Di dalam MAL juga terdapat sebuah mushaf Alquran berukuran 240 x 155 sentimeter. Mushaf Alquran ini buah karya dari Ustaz Rusdi Aliuddin, pengasuh Madrasah Diniyah Nurul Iman, Desa Sidorejo, Kecamatan Deket. Agar tetap terlindungi, mushaf Alquran raksasa itu disimpan dalam kotak kaca.

"Setiap hari mushaf Alquran besar itu selalu dibaca oleh karyawan masjid secara bergiliran," kata Yunani.

Baca Juga: Dinkes Kota Kediri Bagikan Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Sementara di halaman depan Masjid Agung Lamongan, terdapat benda yang sangat bersejarah, yaitu 2 gentong dan 2 pasujudan yang terbuat dari batu.

"Gentong dan pasujudan ini berkaitan erat dengan sejarah panji laras dan panji liris," ucap Yunani.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.