Rabu, 17 Jun 2026 13:20 WIB

Kata DLH Soal Semburan Lumpur di Gondang, Bojonegoro

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro saat meninjau lokasi untuk mengambil sampel (Foto: Dandy for jatimnow.com)
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro saat meninjau lokasi untuk mengambil sampel (Foto: Dandy for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro menyebut bahwa lumpur bercampur air disertai bau belerang yang muncul di Desa Jari, Kecamatan Gondang tidak berbahaya.

Kepala DLH Bojonegoro, Dandy Suprayitno mengatakan, kandungan PH dalam air dari semburan tersebut dalam batas normal.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Itu setelah pihaknya meninjau lokasi semburan untuk mengambil sampel guna diteliti, setelah mendapatkan laporan pada Selasa (11/4/2023).

"Hasil uji PH air didapatkan nilai 6,17 sampai 6,18. Jadi hasilnya untuk PH air masih dalam batas normal. Hasil tersebut dikategorikan normal, dikarenakan PH air netral adalah 7," terang Dandy, Rabu (12/4/2023).

"Untuk sampel yang diambil kemarin, dikirim ke laboratorium di Surabaya. Hasilnya lengkapnya kemungkinan akan keluar 12 hari lagi," tambahnya.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Terkait bau belerang, Dandy menyatakan, kejadian itu sudah berlangsung sejak lama dan hal itu sudah dianggap biasa serta tidak dikeluhkan warga setempat.

"Semburan lumpur itu tidak hanya terjadi di lokasi itu (Desa Jari), namun ada beberapa titik lain yang tersebar di sekitar Gunung Pandan," bebernya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Masih kata Dandy, aktivitas alam tersebut juga tidak mempengaruhi kondisi lahan pertanian warga sekitar. Sawah di sekitar lokasi masih subur. Hanya saja di area kubangan lumpur tersebut yang kering.

"Daerah itu merupakan termasuk dalam kawasan migas yang disebut dengan Bloknona yang membentang mulai Bojonegoro bagian selatan, Jombang hingga Lamongan. Sebelumnya juga pernah dilakukan uji seismik di kawasan tersebut," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.