Senin, 08 Jun 2026 04:37 WIB

Semringah Petani Padi di Banyuwangi

Petani di Banyuwangi saat memanen gabah yang kini harga jualnya tinggi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Petani di Banyuwangi saat memanen gabah yang kini harga jualnya tinggi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani padi di Banyuwangi mulai merasakan dampak kenaikan harga gabah yang digulirkan pemerintah sejak Maret 2023. Kini, harga jual jual gabah berkisar Rp 5.600 hingga Rp 5.800 per kilogram.

Kenaikan itu membuat petani di Bumi Blambangan semringah. Berbeda dengan panen raya tahun lalu yang tak pernah menyentuh angka Rp 5.000.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Alhamdulillah, tidak seperti panen kemarin (panen raya 2022). Dulu cuma Rp 4.000 sampai Rp 4.500 saja per kilogram," ungkap Idawati (40), pengepul padi asal Desa Setail, Kecamatan Genteng, Selasa (11/4/2023).

Meski harga jual gabah tergolong tinggi, tapi menurut Ida, ini sebenarnya sudah tergolong turun dibanding sebelumnya. Stok gabah yang mulai meningkat seiring berjalannya panen raya, menjadi penyebab harga gabah mulai turun.

"Awal panen harga gabah Rp 6.000 per kilogram, karena daerah lain sudah mulai panen, harga mulai turun," tambahnya.

Naiknya harga gabah ini sejalan dengan melimpahnya hasil panen petani. Dari data yang dihimpun Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sempu, profitas tahun ini mencapai 6,8 ton per hektare, meningkat dari 2022 sebesar 6,6 ton per hektare.

"Alhamdulillah, tahun ini bisa naik dibanding sebelumnya," ujarnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Mantri Pertanian Kecamatan Sempu, Siti Masrurotin menyebut bahwa hasil panenan petani itu seharusnya masih bisa lebih maksimal lagi.

"Turunnya profitas tahun lalu karena faktor iklim (berpengaruh pada penyakit tanaman). Tahun ini sudah lumayan bagus, tapi harusnya bisa tambah bagus," katanya.

Itu bila para petani bersedia mengikuti rekomendasi dari BPP dengan saksama. Rekomendasi yang dimaksud berupa rekomendasi metode penggarapan sawah dan bibit yang dipakai.

Baca Juga: Dukung Petani, PTP Nonpetikemas Percepat Distribusi Bahan Baku Pupuk

"Kami tidak bisa memaksa, cuma bisa mengarahkan petani, ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional resmi mematok harga baru gabah dan beras yang naik sekitar Rp 800 hingga Rp 2.000 dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebelumnya sebesar Rp 4.200.

HPP baru yang berlaku sejak 11 Maret 2023 itu Rp 5.000 per kilogram. Pada panen raya tahun lalu, harga jual gabah di tingkat petani tidak pernah menyentuh harga Rp 5.000.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.