Jumat, 24 Jul 2026 11:38 WIB

Semringah Petani Padi di Banyuwangi

Petani di Banyuwangi saat memanen gabah yang kini harga jualnya tinggi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Petani di Banyuwangi saat memanen gabah yang kini harga jualnya tinggi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani padi di Banyuwangi mulai merasakan dampak kenaikan harga gabah yang digulirkan pemerintah sejak Maret 2023. Kini, harga jual jual gabah berkisar Rp 5.600 hingga Rp 5.800 per kilogram.

Kenaikan itu membuat petani di Bumi Blambangan semringah. Berbeda dengan panen raya tahun lalu yang tak pernah menyentuh angka Rp 5.000.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

"Alhamdulillah, tidak seperti panen kemarin (panen raya 2022). Dulu cuma Rp 4.000 sampai Rp 4.500 saja per kilogram," ungkap Idawati (40), pengepul padi asal Desa Setail, Kecamatan Genteng, Selasa (11/4/2023).

Meski harga jual gabah tergolong tinggi, tapi menurut Ida, ini sebenarnya sudah tergolong turun dibanding sebelumnya. Stok gabah yang mulai meningkat seiring berjalannya panen raya, menjadi penyebab harga gabah mulai turun.

"Awal panen harga gabah Rp 6.000 per kilogram, karena daerah lain sudah mulai panen, harga mulai turun," tambahnya.

Naiknya harga gabah ini sejalan dengan melimpahnya hasil panen petani. Dari data yang dihimpun Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sempu, profitas tahun ini mencapai 6,8 ton per hektare, meningkat dari 2022 sebesar 6,6 ton per hektare.

"Alhamdulillah, tahun ini bisa naik dibanding sebelumnya," ujarnya.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Mantri Pertanian Kecamatan Sempu, Siti Masrurotin menyebut bahwa hasil panenan petani itu seharusnya masih bisa lebih maksimal lagi.

"Turunnya profitas tahun lalu karena faktor iklim (berpengaruh pada penyakit tanaman). Tahun ini sudah lumayan bagus, tapi harusnya bisa tambah bagus," katanya.

Itu bila para petani bersedia mengikuti rekomendasi dari BPP dengan saksama. Rekomendasi yang dimaksud berupa rekomendasi metode penggarapan sawah dan bibit yang dipakai.

Baca Juga: BNI Terapkan Pengawasan Berlapis untuk Penyaluran KUR

"Kami tidak bisa memaksa, cuma bisa mengarahkan petani, ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional resmi mematok harga baru gabah dan beras yang naik sekitar Rp 800 hingga Rp 2.000 dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebelumnya sebesar Rp 4.200.

HPP baru yang berlaku sejak 11 Maret 2023 itu Rp 5.000 per kilogram. Pada panen raya tahun lalu, harga jual gabah di tingkat petani tidak pernah menyentuh harga Rp 5.000.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.