Rabu, 17 Jun 2026 08:26 WIB

Menjaga Tradisi Ngaji Kitab Kuning Ala Santriwati Al Iman Putri Ponorogo

Santriwati Al Iman Putri ngabuburit dengan ngaji kitab kuning (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Santriwati Al Iman Putri ngabuburit dengan ngaji kitab kuning (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Al Iman Putri Ponorogo mempunyai tradisi saat bulan Ramadan. Salah satunya dengan mengaji kitab kuning.

Pantauan di lokasi beberapa santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Al Iman Putri di Ponorogo terlihat menghadap kitab kuning masing-masing. Mereka mengisi waktu sambil menunggu buka puasa.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Bagaimana serunya ngaji kitab kuning ala Santriwati Al Iman?

Terlihat sejumlah santriwati menuju ruang utama di Ponpes Al Iman Putri Ponorogo. Mereka berjejer rapi. Tak lama kemudian pengasuh datang untuk memimpin ngaji kitab kuning.

Masing-masing santriwati menyimak bacaan dan penjelasan isi kitab nashoihul ibad. Dengan cekatan memaknai kitab dengan huruf pegon alias tulisan miring mengikuti penyampaian dari KH. Imam Bajuri.

Santriwati terlihat telaten, karena memang berbeda dengan belajar mengaji Al Quran pada umumnya. Akan tetapi para santri terlihat semangat untuk mempelajarinya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pengasuh Ponpes Al Iman Putri, K.H Imam Bajuri mengatakan bahwa mengaji kitab kuning merupakan tradisi setiap Ramadan. Di dalam mengaji kitab ini bisa menjadi pondasi para santri .

“Punya karakter santun dan bijak serta menjadi bekal santriwati saat sudah keluar dari pesantren dan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, salah atau santriwati Nita Dahlia menjelaskan bahwa kegiatan membaca kitab kuning untuk mengisi waktu Ramadan bisa dibilang ngabuburit ala santri.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

Santriwati asal Wonogiri, Jawa Tengah ini mengaku ngaji kibat kuning adalah pengalaman pertamanya. Sehingga menjadikannya agak sulit mempelajari apa yang sudah disampaikan.

“Yang jelas mengisi waktu. Menambah wawasan baru. Agak susah sih, karena hurufnya kecil-kecil jadi harus telaten,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.