Sabtu, 20 Jun 2026 17:22 WIB

Pemuda Penjual Bubuk Petasan di Kediri Disergap saat Tunggu Pembeli

Barang bukti bahan peledak berupa bubuk petasan (Foto: Polsek Ngasem/jatimnow.com)
Barang bukti bahan peledak berupa bubuk petasan (Foto: Polsek Ngasem/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Khusus Polres Kediri bersama polsek jajaran terus memburu para penjual bahan peledak petasan di wilayahnya.

Setelah membekuk mahasiswa asal Jombang, kali ini pemuda berinisial AM (20), asal Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ditangkap saat bertransaksi bahan petasan. Dari tangan pemuda itu, disita 2 kilogram bubuk mercon.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kapolsek Ngasem, Iptu Dyan Purwandi mengatakan bahwa pihaknya mengamankan AM berkat informasi masyarakat. Saat itu pelaku tengah menunggu pembeli di area Pasar Tugu Simpang Lima Gumul (SLG) Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem.

"Belum sampai pembeli datang, petugas langsung mengamankan AM beserta barang bukti bahan peledak tersebut," jelas Dyan, Sabtu (1/4/2023).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Saat ini, lanjut Dyan, pelaku masih diamankan di Mapolsek Ngasem untuk penyelidikan lebih lanjut. Adapun barang bukti yang disita yakni satu bungkus plastik tas kresek warna hitam berisi bubuk obat mercon dengan berat 2 kilogram, sebuah HP, dan motor Honda Vario bernopol AG 2809 OK.

Dyan belum bisa memastikan apakah AM mempunyai jaringan penjualan bahan peledak atau hanya menjual kembali. Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

"Kami imbau kepada seluruh masyarakat agar tidak bermain petasan apalagi melakukan transaksi bahan peledak, karena itu berbahaya. Hal ini bisa mengakibatkan keselamatan terutama bagi diri sendiri maupun orang lain," tandas Dyan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.