Kamis, 18 Jun 2026 03:18 WIB

Beredar Isu Diskumdag Kota Batu Minta Jatah Kios ke Pedagang Pasar Induk Among Tani

Kios di Pasar Induk Among Tani Batu yang sedang dibangun. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Kios di Pasar Induk Among Tani Batu yang sedang dibangun. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pedagang buah yang bakal menempati kios di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mengeluhkan adanya isu permintaan 20 kios oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Paguyuban Pasar Buah, M. Ilyas saat dikonfirmasi, Kamis (30/3/2023).

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Dari 60 kios yang disediakan, Diskumdag meminta 20 kios, sehingga tinggal 40 kios. Padahal total pedagang buah yang saat ini direlokasi sebanyak 60 pedagang.

"60 pedagang ini yang nanti akan menempati kios baru sesuai zonasi. Tapi tiba-tiba dari 60 kios diminta 20 kios oleh dinas. Nanti bagaimana ngaturnya," katanya.

Permintaan kios oleh dinas dilakukan 2 kali, pertama Diskoperindag minta 10 kios, kemudian kembali diminta 10 kios. Permintaan tersebut tidak dikoordinasikan dengan Paguyuban Pasar Buah yang selama ini menaungi para pedagang buah di Pasar Batu.

"Permintaan kios tersebut hanya disampaikan ke beberapa orang pedagang. Padahal kita itu punya tim untuk persiapan relokasi. Gunanya tim relokasi ini jika sewaktu-waktu saya tidak bisa berkomunikasi bisa dengan tim," ungkap pria yang juga menjadi anggota DPRD Kota Batu ini.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Alasan dinas meminta kios yang seharusnya ditunjukan kepada pedagang pasar buah karena alasan pedagang tidak aktif. Padahal menurut Ilyas seluruh pedagang tersebut aktif dan memiliki SK.

"Jika alasannya dari dinas meminta 10 kios pertama karena pedagang tidak aktif. Padahal kalau kita ini jualan buah tidak sama dengan jualan pracangan. Kita bawa barang ke pasar dan saat itu habis berarti besok tidak ke pasar karena cari dagangan lagi. Kemudian 10 kios yang diminta selanjutnya karena akan digunakan sebagai ruang frozen," ungkapnya.

Pedagang mengaku cukup menyesal dengan upaya yang dilakukan oleh Diskumdag. Terlebih semua pedagang itu tertib bayar retribusi sehingga pedagang juga memiliki hak dan kewajiban.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Artinya mereka pedagang buah yang punya SK yang menempati kios dan juga tertib bayar retribusi. Apalagi Ibu Wali Kota Batu sebelumnya Bu Dewanti Rumpoko telah menyuarakan bahwa semua pedagang yang punya SK akan dipastikan mendapat kios di Pasar Induk Among Tani Batu yang baru," ungkapnya.

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan bagi para pedagang kenapa yang diminta hanya di bagian pasar buah saja tidak menyeluruh ke pedagang di zona-zona lainnya.

"Jujur saja kami kecewa dan penasaran kok di zona pasar buah saja. Di zona lain tidak dimintai kios, ada apa?," tanyanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.