Sabtu, 20 Jun 2026 22:49 WIB

Bayi di Trenggalek Meninggal Pascaimunisasi, Pasutri ini Lapor Polisi

Mukono dan istri saat berada di Polres Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Mukono dan istri saat berada di Polres Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasangan suami istri asala Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, melaporkan kasus kematian bayinya ke pihak berwajib. Bayi berusia 5 bulan tersebut meninggal dunia usai mendapatkan imunisasi dari seorang bidan.

Bayi berjenis kelamin laki-laki ini mengalami demam setelah disuntik vaksin. Kondisinya tidak berangsur membaik dan meninggal dunia.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Mukono (49), ayah bayi berjenis kelamin laki laki ini mengatakan, pada 21 Maret lalu mereka membawa bayinya ke bidan untuk imunisasi. Sepulang dari imunisasi mereka mendapati kondisi bayi demam tinggi.

Pasutri ini lalu membawa kembali ke bidan untuk mengetahui kondisinya. Bidan mengatakan bahwa kondisi bayi panas tersebut wajar jika setelah mendapatkan imunisasi.

"Waktu itu kami hanya diberi obat dan diminta pulang. Setelah obat diminumkan, kondisi bayi saya tetap panas dan kejang-kejang hingga pagi hari," ujarnya, Senin (27/3/2023).

Mukono dan istrinya kembali ke bidan tersebut dan meminta rujuk untuk dibawa ke Puskesmas setempat. Bayi tersebut langsung diinfus dan diberi obat. Tapi tak berselang lama, pihak Puskesmas meminta untuk membawa ke rumah sakit.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Sayangnya ketika sampai di rumah sakit, bayi saya sudah tidak sadarkan diri. Pada saat itu, bayi saya juga sempat mendapatkan perawatan satu hari satu malam," terangnya.

Nahasnya, pada 23 Maret nyawa buah hati Mukono dan istrinya tidak bisa terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Bayi ini diketahui lahir secara prematur dengan berat 1,9 kilogram. Namun selama ini Mukono mengaku bayinya sangat sehat dan tidak pernah sakit sebelum mendapatkan imunisasi.

"Makanya di sini kami ingin mencari keadilan bagi anak saya. Di sisi lain, agar kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali," tuturnya

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim memebenarkan bahwa ada aduan masuk terkait kematian bayi yang diduga akibat imunisasi. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Masih kita lakukan penyelidikan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.