Rabu, 10 Jun 2026 08:15 WIB

8 SD Negeri di Ponorogo Digabung karena Sepi Murid

SDN 2 Kertosari salah yang akan digabung pada tahun ajaran 2023/2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
SDN 2 Kertosari salah yang akan digabung pada tahun ajaran 2023/2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ada 8 sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo bakal digabungkan tahun ajaran 2023/2024. Penyebabnya siswanya yang sangat sedikit.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri menyebutkan secara menyeluruh dari 8 sekolah itu hanya 40 siswa.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Sehingga mau tidak mau harus diregrouping (digabung)," ujarnya, Senin (27/3/2023).

Dia mengaku ke-8 sekolah itu merata. Tidak hanya berada di pinggir Bumi Reog. Bahkan ada yang ada di Kecamatan Ponorogo Kota

"Ke-8 SDN adalah SDN 2 Kertosari Babadan, SDN 2 Banyudono Ponorogo, SDN 3 Bangunrejo Sukorejo, SDN 1 Ngumpul Balong, SDN 2 Pelem Bungkal. Lalu SDN 3 Bedoho Sooko, SDN 5 Baosan Lor Ngrayun, SDN 6 Mrayan Ngrayun,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa 8 sekolah itu akan digabungkan dengan sekolah terdekat. Juga memindahkan siswa yang di sekolah asal ke sekolah terdekat.

"Banyak sekolah yang tidak melakukan evaluasi. Seperti SDN 1 Ngumpul, dulu yang digabung adalah SDN 2 Ngumpul. Akan tetapi kepala SDN 1 Ngumpul tidak melakukan evaluasi,” tegasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Setali tiga uang dengan SDN 1 Ngumpul, nasib sama dirasakan SDN 2 Kertosari. SDN 1 Kertosari dulu juga dilakukan regrouping. SDN 2 Kertosari tidak bisa mengevaluasi diri, tidak bisa berdaya.


Pantauan di lokasi, salah satu sekolah yang diregrouping adalah SDN 2 Kertosari. Sekolah yang berada di Jalan Stadion Timur itu sepi, Senin (27/3/2023).

Bangunan SDN 2 Kertosari masih sangat berdiri tegak. Dari informasi yang didapat sekolah tersebut hanya ada 19 siswa. Siswa tersebut mulai kelas 1 hingga kelas 5.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

Pemkab Ponorogo terus melakukan pengawasan jumlah peserta didik di sekolah khususnya jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan daerah.

Bagi sekolah yang digabung, harus diikuti dengan langkah lanjutan berupa pemanfaatan aset lahan bekas bangunan sekolah. Dindik Ponorogo harus mendata dan melaporkan kondisi lahan agar tidak terbengkalai.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.