Minggu, 21 Jun 2026 11:19 WIB

Bupati Trenggalek Tolak Timnas Israel Bermain di Indonesia, Tawarkan 3 Opsi ke PSSI

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat bermain sepak bola (Foto: Humas Pemkab Trenggalek)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat bermain sepak bola (Foto: Humas Pemkab Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) menolak Timnas Israel bermain di Indonesia, dalam gelara Piala Dunia U20.

Mas Ipin menyatakan akan terus sejalan dengan perjuangan Bung Karno memerdekakan bangsa-bangsa, tidak terkecuali Palestina. Meski begitu, dia memberikan sejumlah opsi untuk PSSI, agar Piala Dunia U20 tetap bisa digelar di Indonesia.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Menurut Mas Ipin, secara hubungan diplomatik, Indonesia dan Israel tidak terhubung. Dari sisi sejarah, Bung Karno beberapa kali menolak bertanding dengan Israel, baik digelaran olimpiade maupun kualifikasi piala dunia.

Puncaknya, Bung Karno menyelenggarakan Games Of New Emerging Forces (GANEFO) sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika dan belahan lainnya yang masih dalam belenggu imperialisme kala itu.

"Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik apapun. Bahkan dulu Bung Karno tegas menolak bertanding dengan Israel," ujar Mas Ipin, Minggu (26/3/2023).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Meski begitu, Mas Ipin yang juga hobi bermain sepak bola ini juga tidak ingin gelaran Piala Dunia U20 gagal diselenggarakan di Indonesia. Untuk itu dia memberikan tiga opsi kepada PSSI.

Pertama, Mas Ipin meminta PSSI untuk melobi FIFA agar membanned Israel sama seperti saat FIFA membanned Rusia. PSSI juga diminta menyiapkan negara terdekat yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sebagai Co-Host. Sehingga pertandingan yang melibatkan Israel bisa berlangsung di luar Indonesia.

Yang terkahir, Mas Ipin meminta semua lambang kenegaraan Israel seperti bendera dan lagu kebangsaan tidak diputar dalam materi promo apapun.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Karena, sepak bola dapat menyatukan bangsa dan memupuk semangat nasionalisme. Akan tetapi kemanusiaan harus di atas segalanya," tuturnya.

Dengan opsi tersebut, Mas Ipin menilai secara geopolitik Indonesia disegani, karena memiliki konsistensi dalam bersikap, menjalankan amanah konstitusi dan sejarah perjuangan bangsa. Tanpa harus mengorbankan prestasi dan reputasi sepak bola Indonesia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.