Kamis, 18 Jun 2026 09:10 WIB

Penyelundupan 51 Ekor Gagak untuk Ritual Mistis Digagalkan di Surabaya

Bangkai burung gagak yang gagal diselundupkan (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Bangkai burung gagak yang gagal diselundupkan (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penyelundupan 51 ekor gagak yang disebut akan dipakai untuk ritual mistis digagalkan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Burung gagak itu diberangkatkan dari Makassar dan akan dikirim ke Solo. Saat transit di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Minggu (20/3/2023), burung itu disita.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan, 51 ekor burung gagak yang rencana dikirimkan ke Solo itu sebagian sudah mati.

"18 ekor mati dan sisanya kita lepas ke habitat semula di Makassar," ungkap Arief, Jumat (24/3/2023).

Menurut Arief, dalam kasus ini pihaknya mengamankan satu orang bernama Supriadi, warga Kupang, Surabaya. Dia bertugas sebagai kurir dalam penyelundupan burung tanpa izin tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dalam pemeriksaan tersangka mengaku sudah empat kali menyelundupkan satwa liar, tapi masih kami dalami dan kembangkan lagi. Kita akan limpahkan kasus ini ke karantina untuk diselidiki lebih lanjut," papar Alumni Akpol 2013 itu.

Sementara Ketua Koordinator Antar Area Karantina Hewan Tanjung Perak, Santoso mengatakan, 18 burung gagak mati disebabkan wadah pengiriman yang tidak sesuai, yaitu menggunakan wadah buah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Tersangka menerima burung gagak sebanyak 51 ekor tanpa dokumen ataupun sertifikat kesehatan hewan, dan sebagian hewan mati itu disebabkan cara pengemasan kurang sesuai," jelas Santoso.

Dari pengakuan tersangka Supriyadi, burung gagak hitam itu akan digunakan sebagai media ritual mistis di Solo.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.