Senin, 15 Jun 2026 23:40 WIB

Penjual Miras Berkedok Warung Kopi di Kediri Digerebek Polisi

Polisi menunjukkan botol-botol miras hasil razia. (foto : Polsek Pagu for jatimnow.com)
Polisi menunjukkan botol-botol miras hasil razia. (foto : Polsek Pagu for jatimnow.com)

jatimnow.com - Penjual minuman keras atau miras bekedok warung kopi di Kediri digerebek polisi. Setidaknya barang bukti berupa puluhan botol miras disita anggota dari Polsek Pagu, Polres Kediri.

Kapolsek Pagu, AKP Suharsono mengatakan puluhan botol miras berbagai jenis diamankan saat petugas melakukan operasi penyakit masyarakat atau Operasi Pekat. Total 24 botol berisi miras berbagai merk diamankan dari dua penjual.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

"Barang bukti yang kami amankan sebanyak 24 botol, yang berisi minuman keras berbagai jenis merek dari dua orang terduga penjual miras," kata AKP Suharsono, Jumat (24/3/2023).

Kedua penjual miras masing-masing berinisial G (37) warga Desa/Kecamatan Pagu dan S (62) warga Desa Senden Kecamatan Kayen Kidul.

Petugas pada saat melakukan razia di toko milik G, dengan mengamankan barang bukti sebanyak 10 botol miras. Jumlah itu terdiri atas lima botol miras jenis Bintang Kuntul dan sisanya merek Tomi Stanly.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Sementara, di tempat S yang berkedok warung kopi, polisi menyita 14 botol minuman keras. Minuman keras sebanyak 14 botol itu masing-masing tujuh merek Bintang Kuntul dan tujuh baceman.

"Kedua terduga penjual miras ini sudah kita mintai keterangan," jelasnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Operasi pekat ini akan terus dilakukan terlebih di sepanjang Ramadan, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Miras ini salah satu faktor potensi penyebab sesuatu hal yang tidak diinginkan, baik tindak kriminalitas maupun kecelakaan lalu lintas," tandas AKP Suharsono.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.