Senin, 22 Jun 2026 19:26 WIB

Forum Pesantren Desa Kawal AHY Dampingi Anies Baswedan, Diyakini Mampu Urai Persoalan ini

Pengurus Forum Pesantren Desa (Foto: Faisol for jatimnow.com)
Pengurus Forum Pesantren Desa (Foto: Faisol for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dukungan terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 mendatang mulai bermunculan. Salah satunya datang dari Forum Pesantren Desa (FPD).

Ketua FPD Jatim Moh Waldi mengatakan, sosok muda AHY bisa mengurai banyaknya masalah dan tantangan saat ini, termasuk ekonomi, hukum dan pendidikan membutuhkan sosok yang tepat untuk mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga: Menko AHY Tinjau PT PAL, Perkuat Industri Maritim dan Galangan Kapal Nasional

"Tantangan Indonesia ke depan akan berbeda dengan saat ini, salah satunya tantangan digitalisasi di semua sektor, ekonomi hukum dan pendidikan. Maka kita butuh pemimpin muda yg mampu mengatasi persoalan itu. Maka, sosok yang kami rekomendasikan sebagai presiden dan wakil presiden adalah Bapak Anies Baswedan dan AHY," ujar Waldi, Jumat (24/3/2023).

Waldi juga memamerkan, potensi kekuatannya untuk mengusung AHY di Pilpres. Ia menerangkan, FPD memiliki jaringan yang luas di Jawa Timur.

Ia mencatat, di Jawa Timur pada tahun 2021 saja, Kemenag mencatat 4.452 pesantren tersebar di berbagai kabupaten dan kota dengan jumah santri aktif 323.293 santri mukim, dan 241.006 santri kalong (istilah lain santri yang tidak mukim).

Jember merupakan Kabupaten di Jawa Timur dengan jumlah paling banyak, yakni 611 pondok pesantren. Lalu Sampang menempati urutan kedua dengan 352 pondok pesantren. Setelahnya ada 262 pondok pesantren di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga: Demokrat Surabaya Akui Bangga Anugerah AHY dari NTU Singapore

Berikutnya, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Kediri dan Pamekasan masing-masing sebanyak 250 dan 218 pondok pesantren. Lalu, ada 189 pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan.

Sementara, Kota Madiun memiliki pondok pesantren paling sedikit di Jawa Timur, yakni hanya 8 pondok pesantren. Di atasnya ada Kota Mojokerto dan Kota Probolinggo dengan jumlah masing-masing 11 dan 13 pondok pesantren, yang terbagi pada klasifikasi atas, menengah.

"Momentum Pemilu 2024 tentu semua elemen bergerak, termasuk kami. Bahkan kita tahu pesantren menjadi tujuan para peserta untuk memperoleh dukungan," kata dia.

Baca Juga: Menapaki Usia 24, Demokrat Surabaya Pilih Politik sebagai Jalan Pengabdian

"Ini bukan soal ikhlas dan definisi konsepsi perjuangan, melainkan soal tuntutan sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Makanya kami memutuskan. Berdasarkan pengalaman yang terus berulang, dan tidak ingin kami teruskan, Forum Pesantren Desa Provinsi Jawa Timur menyatakan Anies AHY bisa berduet dalam pilpres 2024 mendatang," pungkasnya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.