Selasa, 16 Jun 2026 20:24 WIB

Buntut Aksi Berujung Ricuh, PMII Jombang Minta Kapolres Jombang Dicopot

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan pendopo Kabupaten Jombang, yang berakhir ricuh. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan pendopo Kabupaten Jombang, yang berakhir ricuh. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Cipayung yakni, GMNI, PMII dan HMI di depan kantor Pendopo Kabupaten Jombang, berbuntut panjang.

Pasalnya, aksi mahasiswa yang melakukan evaluasi kinerja 5 tahun Bupati dan wakil Bupati Jombang itu, berujung ricuh. Sehingga ada beberapa mahasiswa yang diklaim menjadi korban pemukulan oleh aparat. Baik kepolisian maupun Satpol PP.

Baca Juga: UKT Dinilai Memberatkan, Mahasiswa Unej Desak Transparansi dan Evaluasi Sistem

Ketua PC PMII Jombang, Rizal Abdillah menjelaskan pada aksi kemarin para mahasiswa belum bertemu dengan Bupati.

"Saat berjalannya aksi tersebut Bupati tidak ada di tempat. Hanya ada Aspri dan Kepala Bappeda," ungkapnya, Rabu (22/3/2023).

Selanjutnya, sambung Rizal, para mahasiswa melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi di depan kantor Pendopo. Kemudian tak berselang lama masa aksi berniat memasuki pendopo untuk menunggu bertemu dengan Bupati.

"Kami peserta aksi meminta masuk ke dalam pendopo Kabupaten Jombang, namun diadang oleh pihak kepolisian, sehingga tindakan saling dorong tidak terhindarkan," jelasnya.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Karena situasi yang chaos saat itu, sambung Rizal, sangat disayangkan respons aparat kepolisian dan Satpol PP cenderung represif. Sebagaimana video-video yang beredar di sosial media.

"Setidaknaya ada 10 sahabat kami yang mengalami luka ringan seperti lembab meskipun sudah dirawat dan ditangani," paparnya.

Atas adanya hal itu, pihaknya mengajak pada seluruh kader PMII di seluruh Indonesia untuk mendorong agar para oknum pelaku baik aparat kepolisian maupun Satpol PP yang melakukan tindakan anarkis. Agar ditindak tegas oleh instansi yang menaunginya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Untuk itu kita meminta dukungan kepada seluruh sahabat-sahabat PMII se-Indonesia, agar instansi terkait dapat menindak tegas oknum kepolisian dan satpol PP yang bertindak sebagaimana yang bisa disaksikan," bebernya.

Selain itu, pihaknya meminta pada Kapolda Jawa Timur dan Kapolri untuk mencopot Kapolres Jombang AKBP Nur Hidayat dari jabatannya.

"Karena beliau bertanggung jawab penuh atas insiden tadi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.