Selasa, 23 Jun 2026 09:19 WIB

Trenggalek Terima Penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Ombudman RI

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat berada di kantor Ombudsman Jawa Timur. (Foto: Kominfo Trenggalek/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat berada di kantor Ombudsman Jawa Timur. (Foto: Kominfo Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek menerima penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik, dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur.

Pemkab Trenggalek dinilai memiliki tingkat kepatuhan tinggi dan termasuk zona hijau dengan nilai 78,49 atau kategori B.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Penilaiannya berdasarkan pada 4 dimensi, antara lain input atau pengukuran terhadap kompetensi serta pemenuhan sarana dan prasarana terkait keamanan maupun jaminan pelayanan publik.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin, mengatakan bahwa ada dua pekerjaan besar, terutama soal pencegahan dan penerimaan pengaduan masyarakat terhadap dugaan praktik maladministrasi.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menerima penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik, dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur.Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menerima penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik, dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Penilaian kepatuhan punya tujuan untuk mengidentifikasi, pertama kepatuhan penyelenggara pelayanan publik, kemudian kedua pemenuhan kecukupan sarana dan prasarana, kemudian pemenuhan standar pelayanan, dan terakhir pengelolaan pengaduan," ujarnya, Selasa (21/3/2023).

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan bahwa penilaian tersebut penting untuk dijadikan cerminan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik ke depan. Bahkan dengan komitmen pelayanan publik harus prima, saat ini Pemkab Trenggalek juga menerapkan sistem penilaian ASN 360. Di mana masyarakat bisa ikut menilai kinerja terhadap pelayanan yang diberikan.

"Jadi TPP-nya ASN di Kabupaten Trenggalek itu nanti ditentukan sama ratingnya dari masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

Bupati yang akrab dipanggil Mas Ipin juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan ketika TPP (tambahan penghasilan pegawai) bagi ASN naik, asalkan pelayanan kepada masyarakat juga naik. Mas Ipin juga berencana menyinergikan akun pelaporan selama ini dengan SP4N.

"Harapannya kalau nanti itu bisa terintegrasi sistemnya itu, sehingga setiap laporan bisa ditindaklanjuti secara otomatis dapat rating yang baik, ini tentunya juga akan semakin baik untuk pelayanan publik di Kabupaten Trenggalek," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.