Sabtu, 20 Jun 2026 21:35 WIB

Grebek Gunungan Apem, Ikhtiar Pedagang Pertahankan Pasar Tradisional Kota Bojonegoro

Suasana kirab gunungan apem pedagang pasar tradisional kota Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Suasana kirab gunungan apem pedagang pasar tradisional kota Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Semarak sambut bulan suci Ramadan pedagang pasar tradisional kota Bojonegoro gelar grebek gunungan apem pada Selasa (21/3/2023). Kegiatan yang bertajuk 'Megengan Mapak Ramadan' itu merupakan bentuk ekspresi suka cita menyambut bulan penuh berkah, sekaligus wujud rasa syukur dan melestarikan warisan leluhur.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan kembali semangat para pedagang pasar dalam ikhtiarnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan pasar tradisional kota yang secara turun-temurun menjadi tempat untuk mengais rezeki.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro Warsito mengatakan kegiatan Megengan Mapak Ramadan ini diinisiasi oleh para pedagang yang diawali dengan kirab gunungan apem mengelilingi pasar dengan diiringi hadrah dan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Kegiatan ini adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus mengirim doa kepada arwah para pendahulu pendahulu kita, para pejuang kemerdekaan yang ada di Bojonegoro, dan yang terutama adalah mengingat tentang sejarah pasar kota Bojonegoro. Juga mengingat para pendahulu atau pendiri saat membangun pasar ini dengan perjuangan," ujar Warsito.

Menurutnya pasar tradisional kota Bojonegoro merupakan salah satu situs atau tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan masyarakat Bojonegoro. Untuk itu, ia berharap kepada Pemkab Bojonegoro agar tetep mempertahankan pasar tradisional kota tersebut.

"Adanya polemik dengan Pemkab Bojonegoro, para pedagang pasar berharap agar pasar dibangun bukan dipindah," pungkasnya.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Pakai kopyah hitam Ketua paguyuban pedagang pasar tradisional kota Bojonegoro H Warsito. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)Pakai kopyah hitam Ketua paguyuban pedagang pasar tradisional kota Bojonegoro H Warsito. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Salah satu pedagang lain, Muhammad Zaini menambahkan, terdapat filosofi di balik kirab gunungan apem tersebut. Menurutnya apem adalah sebuah simbul filosofi dari kata afwan dalam bahasa Arab yang berarti maaf.

"Dalam sebuah konotasi bahwa kita mesti (harus) saling memaafkan, sebagai sesama manusia terlebih sesama muslim kita sepatutnya harus selalu memaafkan," tandasnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Terlepas dari pada itu, lanjut Zaini, kegiatan kirab gunungan apem tersebut juga merupakan wujud dari eksistensi para pedagang pasar dalam upaya mempertahankan dan merawat pasar tradisional kota Bojonegoro yang sudah ada sejak zaman dulu.

"Kita meminta kepada para pejabat agar terbuka hatinya bahwa inilah yang diharapkan oleh para pedagang. Apapun yang menjadi rencana dari Pemkab Bojonegoro yang pasti pasar tradisional harus tetap berdiri tanpa ada rencana-rencana untuk merobohkan atau memindahkan," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.