Selasa, 16 Jun 2026 22:16 WIB

Langkah Solutif Pemkab Lamongan di Balik Persoalan Pupuk Bersubsidi

Pelaksanaan Sosialisasi dan Pembinaan Pejabat dan Staf pada Dinas KPP (Ketahanan Pangan dan Pertanian) Lamongan. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Pelaksanaan Sosialisasi dan Pembinaan Pejabat dan Staf pada Dinas KPP (Ketahanan Pangan dan Pertanian) Lamongan. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Yes) menyikapi regulasi terbaru pupuk bersubsidi. Ia meminta para petambak maupun petani beralih menggunakan pupuk organik.

Pak Yes beranggapan pengurangan jatah pupuk bersubsidi dan dihapuskannya petambak dari penerima subsidi adalah satu langkah agar masyarakat mulai beralih pada pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Pak Yes berharap meskipun subsidi pupuk berkurang, petani tetap dapat bertahan dengan dampingan Dinas KPP menggunakan pupuk organik, sehingga ketergantungan terhadap pupuk subsidi pelan-pelan dapat berkurang.

"Persoalan pupuk ini kita selesaikan bersama tanpa kita harus terus menunggu subsidi. Apa yang kita lakukan? Kita dorong kemandirian, membangkitkan kembali rasa gotong royong kemandirian petani dalam menyelesaikan persoalan-persoalannya," ungkap Pak Yes, (21/3/2023).

Di sisi yang lain, Pak Yes meminta agar pihaknya bisa hadir lebih dekat dengan petambak dan petani tentunya dengan berbagai program yang telah dicanangkan sebelumnya.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

"Apa yang dihadapi sekarang adalah pupuk, bisa dengan Tersapu Jagat (ternak sapi usaha jagung meningkat), bisa pupuk Bio Saka dari tumbuhan. Intinya ayo kita hadir mendampingi petani mengatasi persoalan yang ada,” pesan Pak Yes.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Moch. Wahyudi menyampaikan pihaknya akan menyerap instruksi bupati serta memadu-padankan visi dan misi Bupati utamanya dalam program prioritas lumbung pangan.

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

“Kami bertekad menjadikan posisi ketahanan pangan dan pertanian Lamongan semakin produktif, inovatif, dengan selalu mencari pembaruan-pembaruan yang inklusif dan kolaboratif untuk meningkatkan kesejahteraan petani Lamongan. Alhamdulillah, Lamongan kembali mempertahankan sebagai status rodusen padi terbesar se-Jawa Timur di tahun 2022, dan insyaallah nomor 4 tingkat nasional, artinya terjadi kenaikan dari semula yang merupakan peringkat 6 tingkat nasionalaa di tahun 2021,” lapor Wahyudi.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.