Senin, 15 Jun 2026 23:29 WIB

Surabaya Barat Diterjang Hujan Es, Begini Penjelasan BMKG

Fenomena hujan es yang disebabkan kemunculan awan Cumolonimbus di Surabaya Barat dan sebagian di Utara. (foto: BMKG Tanjung Perak for jatimnow.com)
Fenomena hujan es yang disebabkan kemunculan awan Cumolonimbus di Surabaya Barat dan sebagian di Utara. (foto: BMKG Tanjung Perak for jatimnow.com)

jatimnow.com - Wilayah Surabaya bagian Barat diguyur hujan es, Senin (20/3/2023) sore. Dari fenomena langka tersebut, sontak mengejutkan sejumlah pihak.

Fienda Olesya warga Manukan, Surabaya Barat mengatakan bahwa fenomena hujan es ditandai dengan gemuruh di atap rumahnya sekitar pukul 14.50 WIB.

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

"Rumah hujan es sekitar pukul 14.50 WIB, esnya kecil-kecil dan yang jelas tidak sebesar es batu kristal," ungkap Fienda saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin sore.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, Fajar Setiawan membenarkan fenomena tersebut. Ia menjelaskan hasil pantauan satelit menunjukkan fenomena ada gejala kemunculan awan Cumolonimbus, di Surabaya Barat pada pukul 14.00 WIB.

"Benar dari pantauan satelit, di beberapa wilayah Surabaya, tepatnya di Surabaya Barat dan sebagian di Utara, terpantau ada gumpalan awan cb (Cumolonimbus) berwarna merah," kata Fajar dikonfirmasi jatimnow.com.

Fenomena hujan es di Surabaya Barat. (foto: BMKG Maritim Tanjung Perak for jatimnow.com)Fenomena hujan es di Surabaya Barat. (foto: BMKG Maritim Tanjung Perak for jatimnow.com)

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurut Fajar, gejala hujan es disebabkan adanya awan konvektif, Cumolonimbus tepat di atas wilayah tersebut.

"Tingginya lebih dari 8 kilometer, terus terlihat suhunya minus mencapai 75 derajat, di wilayah Tandes, Surabaya Barat," jelasnya.

Selain hujan es, lanjut Fajar, awan tersebut juga dapat memicu kecepatan angin. Menurutnya, kecepatan angin bisa mencapai 20-30 knot atau 50 sampai 60 kilometer per jam.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

Untuk itu, bagi warga Jawa Timur, khususnya masyarakat Surabaya diimbau tetap waspada di momen peralihan musim tahun ini.

"Mohon kewaspadaannya, terutama di musim pancaroba, perubahan angin baratan menjadi timuran, berpotensi memunculkan cuaca buruk, yang akan lebih sering terjadi," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.