Senin, 22 Jun 2026 07:44 WIB

Mobil Ga Kuat Nanjak di Jalur Klemuk? Tenang, ada "To Ganjel To Ganjel Tooo!"

Pengganjal mobil yang dibuat oleh warga Songgoriti. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pengganjal mobil yang dibuat oleh warga Songgoriti. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bantu pengendara dan mencegah kecelakaan lalu lintas di jalur Klemuk warga Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu membuat balok pengganjal bagi kendaraan roda 4.

Dengan tulisan 'To Ganjel To Ganjel Tooo!' warga menempatkan pengganjal yang terbuat dari kayu di sisi kiri dari arah Kota Batu menuju Kabupaten Malang melewati Pujon.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Ide warga cukup kretif dan bermanfaat, terlebih memang di sana jalannya dikenal cukup curam. Selain ganjal warga juga membuat jalur penyelamat secara swadaya.

Ketua RT 1 Songgoriti, Wiwin Pranoto mengatakan kayu ganjal itu dipasang tepat di tanjakan paling curam di Jalur Klemuk.

"Warga memang menyediakan untuk masyarakat umum yang kendaraannya tidak kuat nanjak,” kata Wewe sapaanya, Minggu (19/3/2023).

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Alasan memilih tulisan ‘to ganjel to ganjel too’ karena beberapa waktu lalu suara tersebut viral di media sosial saat sopir truk meminta kernetnya menganjal kendaraannya waktu tidak kuat menanjak.

“Harapan saya semoga ini dapat bermanfaat bagi pengguna jalan yang melintas," jelasnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Di tempat yang sama, salah satu pengendara Titan Juhan mengaku dengan ganjal ini cukup bermanfaat sebab dirinya sering kali melihat kendaraan roda 4 tidak kuat menanjak dan sopir serta penumpang kebingungan mencari ganjal.

"Dengan adanya ganjal ini tentu mempermudah pengendara bila sewaktu-waktu ada masalah ketika naik ke arah Pujon," ujarnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.