Kamis, 18 Jun 2026 17:44 WIB

Waniti, Perempuan Tertua di Kota Batu yang Usianya 120 Tahun Lebih

Waniti (120) tidur di kursi bersama cucunya Anggi dan putri ketiganya Ngatminah (89) saat di rumahnya, Jalan Diponegoro Gang 5A, Dusun Junwatu, Desa/Kecamatan Junrejo. (Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Waniti (120) tidur di kursi bersama cucunya Anggi dan putri ketiganya Ngatminah (89) saat di rumahnya, Jalan Diponegoro Gang 5A, Dusun Junwatu, Desa/Kecamatan Junrejo. (Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Waniti diklaim menjadi salah satu wanita tertua di Kota Batu bahkan bisa jadi di Indonesia. Pasalnya warga Jalan Diponegoro Gang 5A, Dusun Junwatu, Desa Junrejo/Junrejo tersebut diklaim memiliki usia antara 120 hingga 130 tahun.

Cucu Waniti, Anggi Dwi Supramana mengatakan meski neneknya tercatat lahir pada 2 April 1919 di KTPN-ya, tapi keluarga meyakini usianya jauh dari itu.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Kalau orang dulu kan gak ingat kapan lahirnya, ingatnya berdasarkan weton (kalender harian Jawa). Soalnya nenek punya adik yang sudah meninggal pada tahun 2015 silam, berusia 100 tahun," ungkapnya, Sabtu (18/3/2023).

Meski usianya sudah tergolong uzur, namun Waniti memiliki kesehatan yang luar biasa untuk wanita se-usianya. Namun demikian, Anggi mengaku neneknya suka mengonsumsi makanan tanpa minyak, sayur, tempe, polo pendem, dan lainnya.

"Tidurnya juga cukup. Nenek rutin tirakat puasa saat muda. Mungkin itu yang membuat nenek tetap sehat," katanya.

Meski begitu, sekarang kondisi pendengaran dan pengelihatannya sudah berkurang drastis. Diceritakan Anggi jika neneknya terpeleset di kamar mandi sekitar enam bulan lalu. Akibatnya Watini tidak bisa berjalan dengan normal.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Hal yang membuat cucunya kaget, ketika diperiksakan ke dokter, tidak ada organ dalamnya yang mengalami gangguan.

Waniti juga memiliki ingatan yang cukup kuat. Ini dibuktikan ketika sering mencertikan zaman penjajahan, khususnya saat kolonial Belanda berada di Kota Batu.

"Nenek sering cerita Ratu Belanda namanya Wilhelmina. Lalu cerita aksi para pejuang melawan penjajah, asal muasal rumah kuno, perkantoran penjajah, dan cerita kuno lainnya. Masih kuatlah ingatannya," bebernya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Lebih lanjut, Waniti memiliki delapan saudara kandung. Hanya saja tujuh saudaranya sudah meninggal, dan menyisakan Watini yang masih sehat.

"Untuk yang berusia cukup lama hanya nenek dan suda saudaranya, yaitu kakak dan adiknya yang berusia 100 tahun. Dan anak nenek ada 12, tapi sekarang yang masih hidup cuma satu yaitu anak ketiga, Ngatminah dan sudah berusia 89 tahun," katanya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.