Selasa, 16 Jun 2026 09:17 WIB

Pedagang Pasar Tradisional Jombang Masih Menjual Beras di Bawah HET

Aktivitas pedagang beras di Jombang (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Aktivitas pedagang beras di Jombang (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Baru-baru ini pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) baru bagi beras kualitas medium dan premium. HET beras juga dibagi dalam tiga zonasi.

Untuk zona satu yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET beras medium dipatok Rp10.900 per kilogram (kg). Sedangkan HET beras premium Rp13.900 per kg.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

Meski HET baru sudah ditetapkan, para pedagang di pasar tradisional Jombang masih menjual beras di bawah HET. Mereka beralasan tidak ada sosialisasi dari pemerintah, terkait HET baru itu.

"Ya belum menjual sesuai HET, karena belum tahu dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pemerintah," ungkap Ahmad Alif (32), pedagang beras di Pasar Pon Jombang, Jumat (17/3/2023).

Alif mengaku saat ini harga beras medium dijualnya dengan harga Rp11.000 per kg. Sedangkan beras premium ia jual di angka Rp12.200 per kg.

Dia menyebut, bila harga beras terlalu mahal, daya beli masyarakat bisa turun.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Cek Stok dan Kualitas Beras di Gudang Bulog Candirejo Nganjuk

"Kalau di jual mahal orang kan belinya sedikit. Biasanya beli satu karung (1 kwintal) sekarang belinya cuman 15 kg," ucapnya.

Sementara Sugandi (58), pedagang beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang mengaku keberatan jika harus menjual beras dengan harga HET. Karena harga HET terlalu tinggi dari jangkauan konsumen.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Aturan pemerintah bagus saja mas. Tapi realisasi di pasar, keberatan mas konsumen. Karena dengan mahalnya beras sesuai HET, konsumen ketakutan mas untuk membeli beras," paparnya.

Sugandi mengaku menjual beras medium dengan harga Rp11.000 per kg. Dan untuk beras premium ia menjual dengan harga Rp12.500 per kg.

"Kalau diterapkan sesuai HET beras, justru pedagang malah enak mas. Tapi pembeli atau konsumen ini yang keberatan. Karena konsumen mintanya beras bagus, yang murah yang enak mas," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.