Senin, 15 Jun 2026 14:57 WIB

Warga Trenggalek Beralih ke Cabai Kering, Meski Lebih Mahal, Lho?

Penjual cabai kering di Trenggalek (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Penjual cabai kering di Trenggalek (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga cabai di Trenggalek mengalami kenaikan jelang ramadan. Saat ini harga sudah mencapai Rp75 ribu per kilogram.

Naiknya harga cabai itu membuat banyak masyarakat beralih ke cabai kering. Meskipun harganya lebih mahal, tapi konsumen memilih menggunakannya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Salah seorang pedagang di Pasae Basah Trenggalek, Siti Fatimah mengatakan, seluruh jenis cabai harganya mengalami kenaikan. Namun kenaikan paling signifikan terjadi pada jenis cabai rawit.

"Saat ini dari berbagai jenis, cabai kecil lah yang paling tinggi harganya," tutur Siti, Jumat (17/3/2022).

Kenaikan harga sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Namun, harga cabai mulai naik signifikan jelang ramadan ini. Kenaikan harga cabai membuat penjualan pedagang menurun hingga 50 persen.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Dulu awalnya Rp50 ribu per kilogram, naik menjadi Rp60 ribu. Dan saat ini harga sudah tembus Rp75 ribu," beber Siti.

Menurut Siti, banyak pembeli yang beralih menggunakan cabai kering. Meskipun harganya lebih mahal, tapi mereka tetap memilihnya. Bahkan saat ini harga cabai kering mencapai Rp80 ribu per kilogram.

"Memang lebih mahal. Tapi, 1 kilogram cabai basah itu sama halnya dengan 4 kilogram cabai kering," jelasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Para pedagang tidak bisa berbuat banyak atas kenaikan harga cabai ini. Pasalnya, para pedagang di Trenggalek mengambil cabai dari kota tetangga.

"Kalau di Trenggalek itu cabainya terbatas. Jadi kami mengambil dari luar kota," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.