Minggu, 14 Jun 2026 21:27 WIB

Kejam! Pria Probolinggo Tewas di Surabaya, Motif Bisa Elus Dada

Tiga dari lima tersangka pengeroyokan pria asal Probolinggo hingga tewas. (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)
Tiga dari lima tersangka pengeroyokan pria asal Probolinggo hingga tewas. (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Motif pelaku pengeroyokan pria asal Probolinggo di Surabaya hingga tewas dibeberkan salah seorang tersangka, yang mengaku membela teman. Namun ia mengaku sikap terebut justru kebablasan.

Sebelumnya, pria asal Probolinggo berinisial KR (60) tewas setelah menerima mengalami pengeroyokan dari lima orang, akibat menerobos masuk ke pekarangan rumah warga berinisial (LB), di Jalan Kelatan, Surabaya, Rabu (15/3/23).

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan, penyebab korban meninggal karena kekerasan fisik yang dilakukan lima orang.

"Kelima tersangka melakukan kekerasan fisik kepada korban. Selanjutnya korban diborgol dan digebuki. Korban juga diikat pda bagoan tangan dan kaki saat dianiayi hingga tewas," kata AKP Arief Rizky saat konpers di Mapolres Tanjung Perak Surabaya, Kamis (16/3/2023).

Salah seorang tersangka yang turut mengeroyok, menjelaskan bahwa tindakan pengeroyokan itu dilakukan karena korban diduga maling.

"Saya menerima kabar, lantas menuju lokasi kejadian. Kami menduganya pencuri," papar salah seorang tersangka, yang berinisial AG di Mapolres Tanjung Perak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah sudah melakukan kontrol terhadap pria yang diduga pencuri.

"Belum sempat saya tanya," singkatnya.

Sedangkan alasan pihak tersangka mengeroyok korban hingga tewas, ditengarai lantaran korban melakukan perlawanan terhadap temannya. Sehingga ia bertindak di luar batas dan tak menyadari itu menghilangkan nyawa korban.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Dia melompat dan temen saya ditonjok hingga roboh, maka dari itu, kita lawan dan kita borgol. Saya pegang kembali korban dan saya ikat, tapi pada akhirnya kebablasan," pungkasnya

Sekedar informasi, dari lima pengeroyok sudah ditetapkan sebagai tersangka yaitu berinisial AG (37), MM (27) dan dua oknum satpam HRT (37) dan RLN (47). Sedangkan satu tersangka lainnya bernisial WD, kini masih diburu.

 

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.