Sabtu, 06 Jun 2026 23:35 WIB

Donasi Mengalir untuk Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Warga Genteng

Bayi yang dibuang di teras saat dirawat di ruang MICU RSUD Genteng. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Bayi yang dibuang di teras saat dirawat di ruang MICU RSUD Genteng. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatomnow.com - Pintu donasi untuk bayi laki-laki yang dibuang di teras rumah warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mulai mengalir. Warga mulai tergerak memberikan uluran tangannya untuk bayi mungil berbobot 2,6 Kg itu.

Direktur RSUD Genteng, dr Siti Asiah Anggraeni mengatakan, sudah dua hari ini bantuan berdatangan dari para donatur. Baik berupa susu ataupun perlengkapan bayi.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

"Ada sumbangan susu, keperluan bayi, baju dan lain-lain yang berasal dari masyarakat," ujarnya, Kamis (16/3/2023).

Asiah mengatakan, mayoritas donatur merasa tersentuh setelah melihat dan mendengar pemberitaan dari media massa.

Ia tak sebegitu mencatat siapa nama donatur yang menyumbang, yang jelas mereka datang sukarela.

"Banyak yang mengasihani. Mendengar dan melihatnya (bayi) aja mereka gak tega. Mangkanya datang ke sini untuk memberikan sumbangan," ujarnya.

Meski tak membatasi jumlah yang diberikan, lanjut Asiah, pihaknya tetap mengimbau donatur untuk berkoordinasi dengan rumah sakit apabila memberikan sumbangan berupa susu.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan di Tulungagung Kini Berstatus Anak Negara

Menurutnya, bayi yang dirawat saat ini masih sensitif. Terlebih menyangkut asupan susu yang diberikan.

"Untuk donasi berupa susu disarankan koordinasi dengan kita ya. Jangan sampai susu yang diberika nantinya bikin mencret apalagi sampai bikin diare. Pokoknya koordinasi dengan kita lebih dulu," jelasnya.

Tak hanya masyarakat, Asiah mengatakan, tim medis yang merawat sampai dengan karyawan rumah sakit sebelumnya turut memberikan donasi. Donasi kebanyakan berupa uang. Tak sedikit yang menyumbang susu bayi.

"Teman-teman rumah sakit ikut nyumbang secara sukarela. Ya buat beli baju, pampers dan susu. Kan ini butuh susu bayinya. Kecuali kalau ada yang nyumbang asi. Jadi untuk sementara kita belikan susu dari donasi rekan-rekan di sini," ujarnya.

Baca Juga: Penemuan Bayi di Pinggir Sawah Gegerkan Warga Ngasem Kediri, Begini Kondisinya

Ditanya mengenai kondisi bayi, Asiah menyebut, saat ini dalam keadaan sangat baik. Namun, masih dalam pantauan ketat tim medis.

Disebutkan sebelumya, kadar gula bayi tergolong rendah. Mengharuskannya dirawat di Medical Intensif Care Unit atau MICU. Tujuannya, untuk memberikan asupan gula melalui cairan infus yang dimasukkan melalui kaki kiri bayi.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.