Rabu, 22 Jul 2026 19:05 WIB

Donasi Mengalir untuk Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Warga Genteng

Bayi yang dibuang di teras saat dirawat di ruang MICU RSUD Genteng. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Bayi yang dibuang di teras saat dirawat di ruang MICU RSUD Genteng. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatomnow.com - Pintu donasi untuk bayi laki-laki yang dibuang di teras rumah warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mulai mengalir. Warga mulai tergerak memberikan uluran tangannya untuk bayi mungil berbobot 2,6 Kg itu.

Direktur RSUD Genteng, dr Siti Asiah Anggraeni mengatakan, sudah dua hari ini bantuan berdatangan dari para donatur. Baik berupa susu ataupun perlengkapan bayi.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

"Ada sumbangan susu, keperluan bayi, baju dan lain-lain yang berasal dari masyarakat," ujarnya, Kamis (16/3/2023).

Asiah mengatakan, mayoritas donatur merasa tersentuh setelah melihat dan mendengar pemberitaan dari media massa.

Ia tak sebegitu mencatat siapa nama donatur yang menyumbang, yang jelas mereka datang sukarela.

"Banyak yang mengasihani. Mendengar dan melihatnya (bayi) aja mereka gak tega. Mangkanya datang ke sini untuk memberikan sumbangan," ujarnya.

Meski tak membatasi jumlah yang diberikan, lanjut Asiah, pihaknya tetap mengimbau donatur untuk berkoordinasi dengan rumah sakit apabila memberikan sumbangan berupa susu.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Menurutnya, bayi yang dirawat saat ini masih sensitif. Terlebih menyangkut asupan susu yang diberikan.

"Untuk donasi berupa susu disarankan koordinasi dengan kita ya. Jangan sampai susu yang diberika nantinya bikin mencret apalagi sampai bikin diare. Pokoknya koordinasi dengan kita lebih dulu," jelasnya.

Tak hanya masyarakat, Asiah mengatakan, tim medis yang merawat sampai dengan karyawan rumah sakit sebelumnya turut memberikan donasi. Donasi kebanyakan berupa uang. Tak sedikit yang menyumbang susu bayi.

"Teman-teman rumah sakit ikut nyumbang secara sukarela. Ya buat beli baju, pampers dan susu. Kan ini butuh susu bayinya. Kecuali kalau ada yang nyumbang asi. Jadi untuk sementara kita belikan susu dari donasi rekan-rekan di sini," ujarnya.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan di Tulungagung Kini Berstatus Anak Negara

Ditanya mengenai kondisi bayi, Asiah menyebut, saat ini dalam keadaan sangat baik. Namun, masih dalam pantauan ketat tim medis.

Disebutkan sebelumya, kadar gula bayi tergolong rendah. Mengharuskannya dirawat di Medical Intensif Care Unit atau MICU. Tujuannya, untuk memberikan asupan gula melalui cairan infus yang dimasukkan melalui kaki kiri bayi.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.