Kamis, 18 Jun 2026 09:58 WIB

Sempat Menyebar di 14 Kecamatan, Kasus LSD di Jombang Diklaim Turun 50 Persen

Bupati memantau sapi terkena LSD di Dusun Gempolpait, Desa Banjaradowo, Kecamatan Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Bupati memantau sapi terkena LSD di Dusun Gempolpait, Desa Banjaradowo, Kecamatan Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan sapi di Kabupaten Jombang, terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit seperti cacar. Penyakit yang menjangkit ratusan ekor sapi itu, sempat menyebar ke belasan kecamatan yang ada di Kota Santri.

Sebelumnya, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mencat sekitar 983 ekor sapi yang terjangkit LSD sejak tanggal 6 Februari hingga 11 Maret 2023. Sapi-sapi ini ada di beberapa desa yang ada di 13 kecamatan. Kini jumlah ini bertambah menjadi 14 kecamatan.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Meski demikian, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, bahwa jumlah kesembuhan sapi yang terjangkit LSD ini kian tinggi hingga 50 persen.

"Kini jumlahnya ada 992 ekor. Mulai 6 Januari sampai Maret sekarang ini tercatat itu. Tapi penyembuhan sudah 50 persen. Itu ada di 14 kecamatan," ungkap Bupati Mundjidah saat meninjau lokasi sapi terjangkit LSD di Banjardowo, Kamis (16/3/2023).

Bupati mengatakan bahwa saat ini langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Peternakan yakni menunggu laporan dari peternak yang sapinya terjangkit virus LSD.

"Langkah yang awal, peternak harus lapor ke dinas, kemudian petugas lapangan ini mengunjungi dan berdasarkan itu ditangani. Ada dokter juga," paparnya.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Bupati mengaku peternak sapi yang didatangi dokter dan petugas dari dinas peternakan akan diberikan obat-obatan untuk sapi yang terjangkit LSD.

"Dikasi obat-obatan. Seperti vitamin. Karena virus ini membuat hewan menjadi demam tinggi dan nafsu makan menurun. Dan nanti hewan ini akan pincang (karena virus LSD). Jadi lemah hewannya," ujar Bupati.

Bupati mengatakan saat ini, kasus LSD di Jombang ini sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jatim. Sehingga Dinas masih menunggu kedatangan vaksin untuk sapi yang dipotong terjangkit LSD.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Vaksin ini kita minta ke provinsi, ternyata provinsi juga nunggu dari pusat (Kementerian). Untuk itu hari ini proses nunggu impor dari luar," jelas Bupati.

Meski ada ratusan sapi terjangkit LSD, Bupati mengaku selama ini belum ada laporan kematian sapi akibat LSD.
"Tidak ada laporan sapi mati karena LSD," pungkas Bupati.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.