Sabtu, 13 Jun 2026 16:58 WIB

Sepi Ikan Hilangkan Asa Nelayan Muncar, Perahu Dibiarkan Rusak atau Dilelang

Perahu nelayan bersandar di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Perahu nelayan bersandar di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perahu-perahu nelayan tampak rapi berjajar di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. Kondisi ini sudah jadi pemandangan biasa sejak setahun terakhir. Ratusan perahu itu bersandar semenjak tangkapan ikan sepi.

Sebagian masih difungsikan, sebagian tak terurus. Perahu yang masih berfungsi, terlihat ada jaring dan anak buah kapalnya. Perahu yang tak terurus terlihat lusuh, rapuh, dan nyaris tenggelam.

Baca Juga: Warning BMKG: Gelombang 4 Meter Ancam Selatan Jatim

Mad Sani (55), pemilik perahu selerek, mengatakan, beberapa perahu sengaja dibiarkan begitu saja. Bahkan ada yang mengalami kebocoran pada bagian lambung karena rapuh.

"Sebagian (kapal) catnya sudah mengelupas yang membuat badan kapal rapuh disapu panas dan hujan. Akhirnya bocor lambungnya," ujarnya kepada jatimnow.com, Senin (13/3/2023).

Tak hanya dibiarkan, Sani menyebut sejumlah perahu sampai dilelang oleh pemiliknya. Tak sedikit berakhir di gudang besi tua setelah dijagal.

"Ada yang masuk besi tua. Ini depan saya dilelang, gak tahu berapa harganya," katanya sembari menunjuk salah satu perahu.

Selain berat di ongkos, jelas Sani, tak ada kepastian tangkapan ikan jadi alasan di balik barisan kapal atau perahu nelayan. Hampir setahun ini nasib nelayan serasa di ujung tanduk.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Seperti gak ada harapan lagi jadi nelayan. Terus kalau berhenti mau bekerja sebagai apa. bingung juga. Dari pada nganggur perahu saya kemudikan sendiri, sekadar cari lauk buat makan keluarga," ungkapnya.

"Gak sepi mas tapi laib (sepi sekali)," candanya.

Suhdi (50), pemilik perahu selerek, turut merasakan dampak ekonomi akibat penurunan tangkapan ikan yang cukup signifikan. Alih-alih berhenti karen merugi, Suhdi, terus mendayung perahu selereknya demi menghidupi para ABK.

Baca Juga: Misteri Perahu Menyala Tanpa Awak Terjawab, Nelayan Sumenep Ditemukan Meninggal

"Ya mau gimana lagi. Gak melaut rugi, melaut rugi. Yang saya pikir hanyalah nasib para ABK. Kalau gak melaut mereka mau makan apa," ujarnya.

Selain terus merugi, Suhdi dan nelayan lain turut dibayangi biaya penyusutan kapal. Dimana, mesin dan jaring tangkap ikan rutin mengalami perbaikan.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.