Rabu, 17 Jun 2026 20:12 WIB

Bandar Narkoba di Surabaya Simpan Sabu dan Ekstasi di Dalam Koper

  • Penulis :
  • | Selasa, 14 Agu 2018 13:40 WIB
Barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi dibeber di Mapolrestabes Surabaya
Barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi dibeber di Mapolrestabes Surabaya

jatimnow.com - Terbongkar sudah peredaran narkoba yang dikendalikan Yuli Arianto (39), warga Jalan Rembang No. 137, Surabaya. Itu setelah Unit Reskrim Polsek Tambaksari meringkusnya dengan barang bukti narkoba cukup besar, yaitu 6,47 Ons sabu dan 173 butir pil ekstasi.

Tidak mudah memburu Yuli. Penelusuran dan penyelidikan memakan waktu 2 pekan dipimpin langsung Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno dan Kanit Reskrim, Iptu Didik Ariawan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Saat disergap di rumahnya, mereka hanya menemukan tidak sampai 1 gram sabu kristal beserta parang penghabisan.

Namun, setelah penyergapan 8 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 21.00 Wib itu, Yuli langsung diinterogasi dan dikeler ke tempat ia menyembunyikan narkoba yang diedarkannya.

Dan ternyata, dia menyimpan sabu dan ekstasi di dalam koper di sebuah bengkel kerja tak jauh dari rumahnya.

"Setelah menangkap sang bandar, teman-teman Polsek Tambaksari kemudian mengembangkan dan berhasil menangkap tersangka berikutnya," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (14/8/2018).

Tersangka kedua yang berhasil ditangkap, bernama Solahuddin (24) warga Jalan Ikan Layur No. 9, Banyuwangi, pada 11 Agustus 2018 sekitar pukul 06.00 Wib.

Dia merupakan pengedar di bawah kendali Yuli. Bersamanya, disita barang bukti sabu sebanyak 111,73 gram dan ekstasi sebanyak 234 butir. "Tersangka (Solahuddin) ini ditangkap di rumahnya," beber Rudi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sehingga dari tangan kedua tersangka, disita barang bukti sabu sebanyak 758,73 gram dan ekstasi sebanyak 407 butir. Namun, barang bukti itu jumlah kecil dibanding peredaran yang selama ini dilakukan Yuli.

Sebab dalam pemeriksaan terungkap bahwa sekali pesan (satu bulan), Yuli bisa mendapat kiriman sabu sebanyak 4 hingga 5 kg dan ekstasi rata-rata 500 butir.

Sementara kepada polisi Yuli mengaku sudah 6 bulan mengoperasikan bisnis narkobanya itu. Jika sebulan Yuli mendapat kiriman 4 Kg sabu dan 500 butir ekstasi, maka total 6 bulan beropersi, Yuli diduga sudah mengedarkan sabu sebanyak 24 Kg dan 3000 butir ekstasi.

Selain itu, barang bukti lain berupa timbangan elektrik, buku rekening, buku rekapan pengiriman narkoba, plastik pembungkus, ATM, sendok dan sebilah parang penghabisan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kasus ini akan dikembangkan dengan diback up Kasatresnarkoba (AKBP Roni Faisal SF) dan tim, untuk membongkar jaringan di atas tersangka Y (Yuli Arianto)," tandas Rudi.

Reporter : Narendra Bakrie

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.