Minggu, 14 Jun 2026 09:44 WIB

Pakar Investasi Beber Sistem Kerja Robot Trading Wahyu Kenzo

Wahyu Kenzo saat diinterogasi lantaran terjerat kasus robot trading fiktif. (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)
Wahyu Kenzo saat diinterogasi lantaran terjerat kasus robot trading fiktif. (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pakar Investasi Universitas Surabaya (Ubaya), Dr Putu Anom Mahadwartha menyebut robot trading merupakan sesuatu hal yang baik. Sebab, para investor yang tidak memiliki banyak waktu bisa secara otomatis melakukan transaksi.

Namun, tak sedikit oknum-oknum yang justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan pribadi. Di mana pemilik robot trading bisa mengelabuhi para investor dengan iming-iming bisa kaya secara instan.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sehingga, investor terbuai untuk menanamkan investasinya, termasuk dalam kasus robot trading yang menjerat Wahyu Kenzo.

"Robot trading itu sebenarnya mekanisme auto order. Di situ seharusnya investor bisa menetapkan berapa harga beli dan kapan membeli. Ada semacam sistem yang bisa dipakai. Itu sebenarnya hal yang bagus," ujar Putu, Jumat (10/3/2023).

Baca Juga: Cara Unik DKV Ubaya Dongkrak Literasi, Visualkan Tokoh Fiksi di Atas Buku

"Nah, untuk robot trading yang berkaitan dengan kasus ini, memang lebih banyak karena investor terbuai melepaskan hak untuk melakukan transaksi secara langsung menggunakan robot," imbuhnya.

Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya ini menambahkan, sebenarnya robot trading itu digerakkan oleh oknum-oknum yang berada di perusahaan. Sehingga, mereka bisa bebas menentukan siapa saja yang menang hari ini, besok dan seterusnya.

Baca Juga: Ubaya Sebar 1.000 Paket Sembako Murah di Surabaya dan Sidoarjo

"Seolah-olah mereka bisa menciptakan market sendiri, karena sanggup membuai investor. Seolah-olah investor itu dengan tiduran atau rebahan saja, sudah bisa dapat duit," bebernya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.