Rabu, 17 Jun 2026 17:49 WIB

Gerbong FKUB Bojonegoro Diganti, Tokoh Kerukunan Agama Tentukan Sikap

Sejumlah tokoh pemuka lintas agama saat menggelar konferensi pers pernyataan sikap, yang di pimpin KH Alamul Huda (berdiri). (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Sejumlah tokoh pemuka lintas agama saat menggelar konferensi pers pernyataan sikap, yang di pimpin KH Alamul Huda (berdiri). (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gerbong pengurusan forum kerukunan umat beragama (FKUB) Bojonegoro resmi diganti bupati. Penggantian mendadak itu menimbulkan beragam reaksi dari pemuka agama.

Menyikapi hal itu, sejumlah tokoh pemuka lintas agama berkumpul menyampaikan pernyataan sikap dalam siaran pers yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Rosyid, Ngumpak Dalem Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro Kamis (9/3/2023).

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Mewakili sejumlah tokoh kerukunan dan pemuka lintas agama, KH Alamul Huda menyampaikan pernyataan sikap. Pertama, pihaknya merasa bangga dan bersyukur sebagai warga masyarakat bisa membantu mewujudkan suasana, guyub, rukun dan damai di Kabupaten Bojonegoro.

"Kedua, Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya Forkopimda (Forum komunikasi pimpinan daerah) atas kerja sama yang sinergis, dalam membangun masyarakat Bojonegoro yang guyub rukun dan damai," ucap Gus Huda sapaan akrabnya.

Menyikapi terbitnya surat keputusan (SK) Bupati Bojonegoro nomor 188/92/KEP/412.013/2023, tentang pengurus FKUB yang baru Gus Huda menyatakan bahwa yang dilakukan tidak sesuai prosedur karena tidak melibatkan tokoh lintas agama.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Kami berkomitmen bersama tokoh lintas agama, Kabupaten Bojonegoro akan kembali ke rumah lama paguyuban umat beragama, untuk tetap melanjutkan perjuangan dalam rangka membangun Bojonegoro dan Indonesia tetap guyub, rukun dan damai sepanjang masa," tandasnya.

Menambahkan, Maria Susan Irawati mengaku bahwa dirinya dicatut sebagai salah satu pengurus tanpa adanya konfirmasi.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

"Saya tidak tahu, juga tidak ada penunjukan atau utusan apa pun dari gereja, tiba-tiba nama saya ada, saya menghargai dan tetap berkomitmen dengan (pengurus) yang lama untuk bersama-sama menjaga kerukunan antar-umat beragama," singkatnya.

Atas persoalan itu, seluruh pemuka lintas agama berharap kerukunan dan perdamaian yang telah terbangun tidak diciderai dengan adanya kepentingan apapun. Mereka juga turut mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat beragama.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.