Kamis, 18 Jun 2026 07:31 WIB

Awas! Calo PPPK di Ponorogo Terdeteksi Sasar Penyuluh Swadaya Pertanian

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo, Masun (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo, Masun (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Calo yang menjanjikan penyuluh swadaya pertanian di Ponorogo bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terdeteksi.

"Beberapa nyaris terjebak dengan janji bisa jadi PPPK. Karena penipu lihai," ujar Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Masun, Selasa (7/3/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Masun menjelaskan, sasaran calo itu adalah para penyuluh swadaya pertanian di empat Kecamatan, meliputi Bungkal, Sawoo, Jenangan dan Slahung.

"Penipu mengatasnamakan Pak Andi (Kepala Badan, Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia Ponorogo)," jelas dia.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Menurut Masun, penipu itu menyebutkan bahwa ada peluang bagi penyuluh swadaya pertanian untuk menjadi PPPK. Setelah mendapat tawaran itu, para penyuluh swadaya pertanian melakukan konfirmasi ke Dipertahankan.

"Sejauh ini tidak ada informasi dari BKPSDM yang mengangkat pegawai penyuluh swadaya pertanian menjadi PPPK," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Jember Soroti Rendahnya Gaji PPPK Nakes, Ancam Evaluasi Kadinkes

Masun menjelaskan, penyuluh swadaya pertanian saat ini totalnya ada 137 orang. Mereka adalah masyarakat yang punya keahlian membantu penyuluh pertanian menginformasikan, menyampaikan ilmu kepada petani lainnya.

"Satu kelompok ada yang pintar, kami fasilitasi, sering ajak diskusi dan ada pelatihan kita berangkatkan. Jadi mereka memang murni relawan karena tidak dibayar," papar dia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.