Sabtu, 20 Jun 2026 18:09 WIB

44 Keluarga Terdampak Tanah Retak di Ponorogo Bakal Direlokasi ke Lunggur Mojo

Rapat koordinasi terkait penentuan lahan relokasi warga terdampak bencana tanah retak di Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Rapat koordinasi terkait penentuan lahan relokasi warga terdampak bencana tanah retak di Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga terdampak bencana tanah retak di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo akan segera direlokasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Tumpuk, Perhutani dan stakeholder terkait melakukan rapat koordinasi terkait lahan relokasi, Senin (6/3/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dalam rapat koordinasi ini beberapa warga terdampak tanah retak terlihat datang di ruang rapat Bantarangin Kantor Pemkab Ponorogo.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan bahwa ada empat lahan yang menjadi alternatif relokasi, yaitu petak 143 Lunggur Mojo, Dukuh Ngebrak, petak 149 Lunggur Jati dan Dukuh Tapas.

"Yang dipilih Lungur Mojo di atasnya. Walaupun tidak terlalu jauh dari zona merah existing bencana. Tapi masyarakat memandang di atas itu aman," ujar Kang Giri-sapaan Sugiri Sancoko.

Kang Giri meminta warga Desa Tumpuk untuk tidak menambah kegiatan-kegiatan yang membuat retakan bertambah. Misalnya pengambilan batu di desa itu.

"Lunggur Mojo itu keinginan warga agar direlokasi di tampat tersebut. Lahan yang diminta itu adalah yang paling dekat dengan lahan yang digarap warga," ujar dia.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Menurut Kang Giri, di Lunggur Mojo, warga bisa menyadap pinus, menanam rumput, bercocok tanam di bawah tegakan pinus.

"Luasan relokasi di Lunggur Mojo itu 12 hektar. Lahan di sana merupakan hutan produksi," tambah dia.

Untuk status tanah, lanjut Kang Giri, akan dikaji bersama. Namun lahan di Lunggur Mojo bisa untuk hunian sementara (huntara) selama 20 tahun.

"Nanti yang dibangun ada 39 rumah dengan 44 keluarga," jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara Kepala Desa Tumpuk, Imam Sulardi mengatakan bahwa Lunggur Mojo sebagai tempat relokasi merupakan keingginan warga.

"Ini tadi sudah diputuskan. Dan nanti tinggal sosialisasi kepada warga yang terdampak. Semoga menjadi solusi terbaik bagi kami semua," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.