Selasa, 16 Jun 2026 04:12 WIB

Tradisi Pladu Ikan di Sungai Brantas Kediri, Polisi Minta Warga Waspada

Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy (kanan) saat memberikan imbauan kepada warga dan penyedia jasa perahu tambang di Sungai Brantas (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy (kanan) saat memberikan imbauan kepada warga dan penyedia jasa perahu tambang di Sungai Brantas (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Kediri Kota meminta masyarakat waspada saat mengikuti tradisi tahunan pladu ikan di Sungai Brantas, yang digelar mulai Minggu (5/3/2023).

Pladu ikan atau mencari ikan mabuk biasa dilakukan warga sekitar Sungai Brantas Kota Kediri setiap tahunnya, saat penggelontoran air atau flushing yang dilakukan di Waduk Wlingi dan Lodoyo Blitar.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Dampak flushing di aliran Sungai Brantas tersebut melintasi tiga kota, yaitu Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Tahun 2023 ini, kegiatan flushing Waduk Wlingi dan Lodoyo di Blitar dilakukan selama 7 hari, pada 5 sampai 11 Maret 2023.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada. Jangan sampai nanti tradisi yang memang sudah menjadi agenda tahunan di pinggiran Sungai Brantas ini menjadi kegiatan yang membahayakan," ujar Kapolres Kediri Kota, AKBP Teddy Chandra, usai memberikan imbauan kepada warga di Desa Bulusan, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (4/3/2023).

Teddy menambahkan, flushing yang dilakukan di Waduk Wlingi dan Lodoyo di Blitar dapat mengakibatkan penambahan volume debit air sungai. Terlebih saat ini volume air di Sungai Brantas sudah tinggi akibat hujan deras terus menerus.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Selain deras dan bertambahnya volume akibat flushing, lanjut Teddy, aliran Sungai Brantas juga membawa kotoran dan lumpur.

"Sehingga nanti berdampak volume membesar dan pastinya dampak arus sungai makin deras dan bahaya. Jangan sampai ada masyarakat yang tergelincir karena saking asyiknya pencarian ikan," jelas Alumni Akpol 2002 itu.

Teddy juga mengungkapkan, selama kegiatan flushing berlangsung, pihaknya akan menyiapkan personil di bantaran sungai untuk memberikan imbauan dan siaga.

Baca Juga: Pelaku Pecah Kaca di Mrican Kediri Dibekuk, Tas Digondol Saat Korban Makan Sate

"Pada saat kegiatan flushing, kami dari Polres Kediri Kota, kemudian juga dari unsur pemerintahan, TNI, akan menempatkan personel di sini (kawasan Sungai Brantas) untuk selalu memberikan himbauan dan menjaga kondisi agar tetap aman," tambahnya.

Khusus untuk penyedia jasa perahu tambangan, mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini juga meminta mereka waspada dengan menjaga batas aman jumlah penumpang. Mereka diharapkan tidak memaksakan jumlah penumpang dalam jumlah yang melebihi kapasitas.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.